Dewan Pers

Dark/Light Mode

Selalu Sukses Di Setiap Pemilu

PKB Pegang Jimat Pluralisme

Minggu, 11 Desember 2022 08:00 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Daniel Johan. (Foto: Facebook)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Daniel Johan. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai sebagai satu-satunya partai Islam yang memiliki basis pemilih non Muslim di Indonesia. Pluralisme atau paham yang menghargai perbedaan, menjadi salah satu resep sukses PKB.

“PKB sangat plural. Meski lahir dari ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU), kami sangat terbuka dan menjaga toleransi terhadap berbagai agama di masyarakat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Daniel Johan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Daniel mengatakan, pluralisme menjadi salah satu marwah PKB. Partai berlogo tali jagat itu tidak membeda-bedakan latar belakang agama. Termasuk, dirinya yang non Muslim, na­mun memiliki hak sama untuk berpolitik sebagai calon legis­latif, dan kini duduk menjadi perwakilan PKB di DPR.

Menurutnya, pluralisme itu menjadi resep kemenangan PKB di setiap gelaran pesta demokrasi di Indonesia sejak tahun 1999 hingga saat ini. Partai pimpi­nan Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu tidak pernah absen menempatkan wakilnya di Senayan.

Berita Terkait : Satkar Ulama Bali Siap Antarkan Airlangga Jadi Presiden

Demikian juga dengan sikap menerima dan memperjuang­kan keberagaman ini, tidak terputus setelah kepemimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Para elite PKB, terlebih Cak Imin, terus menggelorakan pluralisme tidak hanya untuk suara partai, juga alat perjuangan persatuan Indonesia.

Diakuinya, Indonesia meru­pakan negara majemuk dan secara geografis kepulauan. Artinya, perbedaan baik itu agama maupun suku adalah sebuah keniscayaan. Nah, perbedaan itu bagi PKB adalah anugerah Tuhan dan harus terus dijaga.

“Tentu kami ingin terus besar, bukan semata demi PKB, tapi juga untuk bangsa ini. Jika lebih besar, pesan pluralisme ini akan kami gelorakan, bahkan dalam bentuk regulasi untuk rakyat. Agar masyarakat semakin sejahtera dan aman,” ungkapnya.

Menurutnya, PKB di bawah ko­mando Cak Imin optimis menjadi juara kedua di Pemilu 2024 dan meraih minimal 100 kursi DPR.

Berita Terkait : Setjen MPR Ajak Mahasiswa Pegang Teguh Empat Pilar

“Kami bersyukur ada survei yang melihat sudut pandang pluralisme ini. Kami banyak tokoh non Muslim di partai,” pungkasnya.

Sebelumnya, lembaga survei Median merilis hasil survei ter­baru. PKB menjadi partai yang mengalami peningkatan suara. Tercatat, PKB berada di posisi keempat bursa parpol dengan raihan 10,2 persen suara.

“Berdasarkan perbandingan survei dari Median pada Maret 2022 dan November 2022, PKB dari peringkat lima naik ke peringkat empat,” ujar Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, saat me-launching rilis survei secara daring, kemarin.

Survei membuktikan, PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin ini berhasil menempatkan diri sebagai partai Islam yang berwajah terbuka serta toleran. Terbukti, dari banyaknya pe­milih non Muslim yang bersedia memilih partai ini.

Berita Terkait : PKB Bertahan, Tak Mau Cerai

Berdasarkan survei, PKB menjadi satu-satunya partai Islam yang memiliki basis pemilih non Muslim. Antara lain dari ka­langan umat Katolik sebesar 4,8 persen, Protestan (1,8 persen), Hindu (5,3 persen) dan Budha (25 persen).

Selain itu, berdasarkan per­tanyaan terbuka kepada para responden, kata Rico, setidaknya ditemukan beberapa alasan yang diungkap dalam memilih PKB. Antara lain, karena menganggap PKB adalah kekuatan politik NU sebesar 19 persen, kemu­dian faktor Muhaimin Iskandar 9,8 persen, alasan partai Islam 8,2 persen, dan alasan PKB dianggap terbuka serta toleran 8 persen.

Survei ini digelar medio 9-17 November 2022, dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 respon­den, margin of error sebesar 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih random dengan teknik multistage random sam­pling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. ■