Dark/Light Mode

Ustadz Andian Parlindungan: Perlu Karakter Kuat Untuk Terjun Ke Politik

Minggu, 5 Februari 2023 22:33 WIB
Ustaz Andian Parlindungan (Foto: Istimewa)
Ustaz Andian Parlindungan (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebaik-baik manusia itu orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kutipan hadits Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi salah satu pedoman bagi Ustaz Andian Parlindungan untuk terus berbuat kebajikan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan terjun langsung ke dunia politik.

Meski dunia politik menjadi hal baru baginya, namun tidak membuat Andian patah semangat untuk berkiprah di dalamnya. Maklum saja, pria yang berlatar belakang pendidikan agama ini dalam kesehariannya terbiasa dengan aktivitas mengajar sebagai dosen di Universitas Yarsi Cempaka Putih dan juga sebagai penceramah serta Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah.

“Sebaik-baik manusia itu orang yang panjang usianya makin baik perbuatannya, kan gitu intinya. Sebenarnya berbuat baik juga bisa dilakukan dengan masuk ke dunia politik,” ujar Andian.

Awal mula ketertarikan Andian terhadap dunia politik saat dirinya bertemu kembali dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. “Sebenarnya awal pertemuan saya dengan Pak Zulkifli Hasan pada 2003 saat beliau berangkat haji bersama saya. Nah, ketemunya lagi di 2021 akhir di Masjid Kantor Pajak, saat itu saya Khutbah Jumat di situ. Saat bertemu, kami saling bertukar nomor handphone, kemudian beliau minta saya main ke rumahnya,” ceritanya.

Baca juga : Peternak Terdampak PMK Bandung Barat Kembali Terima Bantuan Kementan

Beberapa bulan sesudah pertemuan tersebut, Andian kembali mengontak Zulkifli dan saling berkomunikasi untuk menjaga silaturahmi. “Sesibuk apapun, Pak Zulkifli Hasan selalu peduli dengan orang lain. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari beliau. Selain orangnya sangat alim, cerdas, beliau juga memiliki leadership yang kuat,” jelas.

Saat bertemu Zulkifli, Andian sama sekali tidak ada niat untuk membahas dunia perpolitikan. Murni untuk silaturahmi. Setelah berdiskusi panjang lebar, perlahan mata hati Andian mulai terbuka untuk berkecimpung ke dunia politik.

“Negara ini bisa menjadi rusak bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang baik. Dengan banyak pertimbangan dan pertanyaan saya sudah diskusi dengan keluarga untuk terjun ke dunia politik,” ungkapnya.

Andian menilai untuk berkiprah di politik diperlukan karakter yang kuat. Terlebih dunia politik memang dikenal sangat kejam di mana kawan bisa jadi lawan dan lawan bisa menjadi teman. 

Baca juga : Relawan Pendukung Ganjar Berikan Alat Las Dan Steam Untuk Supir Truk Di Jaktim

“Kalau bahasa orang Medan ‘ngeri-ngeri sedap’. Sebetulnya ada kekhawatiran juga. Tapi Saya yakin saja sama Allah mudah-mudahan kalau memang ini baik buat kita dimudahkan jalannya. Jadi kalau ini tidak baik buat kita, Allah punya cara juga memberi yang terbaik yang lebih baik buat kita. Saya kira begitu,” pungkasnya.

Perjalanan Karier
Andian merupakan Direktur yang juga Founder Pusat Studi Ahlak. Dia memiliki latar belakang sebagai santri. Kurang lebih sekitar 7 tahun mengenyam pendidikan ilmu agama di Pondok Pesantren Gontor. Selain di Gontor, Andian juga sempat menimba ilmu di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar selama setahun. Bahkan, setelah lulus, dia sempat menjadi pengajar di ponpes tersebut sejak 1981 hingga sekitar tahun 1989.

“Setelah dari Gontor saya ke UIN Sumatera Utara tahun 1989 sampai 1995 awal. Kemudian saya mengambil jenjang S2 tahun 1995 sampai 1997 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ujar Andian.

Tak puas sampai di situ, Andian bertekad melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. “Tapi karena kesibukan sebagai dosen di Universitas Yarsi Jakarta, jadi saya menyelesaikan itu sekitar 2008. Waktu itu dari 1996 sampai 2006 saya dosen Universitas Islam negeri Bengkulu sebagai pegawai negeri,” ujarnya. 

Baca juga : Wali Kota Bandung Minta Perangkat Daerah Kebut Proyek Infrastruktur

Pada 2006, Andian resign dari Kementerian Agama (Kemenag). “Saat itu memang kiprah saya sebagai pendakwah dan mengajar di Jakarta sudah merasa nyaman ya di Jakarta,” tukasnya.

Andian mengatakan, saat bekerja sebagai dosen di Universitas Yarsi Jakarta, dirinya bersahabat dengan dokter Irfan Abu Bakar dan Doktor Bachtiar Nasir. “Mereka sahabat-sahabat satu angkatan yang menjadi simpul dakwah saya di awal-awal saya berceramah. Mulai dari situ akhirnya terus berkembang dakwah saya sampai sekarang. Setiap hari saya berdakwah keliling kalau di pagi hari. Nah kalau di siang hari saya travel ngantor,” ungkap Andian.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.