Dark/Light Mode

Pemerintahan Jokowi Disentil

Banteng Tantang Demokrat Tunjukin 10 Prestasi SBY!

Kamis, 16 Maret 2023 07:55 WIB
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. PDIP)
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. PDIP)

 Sebelumnya 
Pembayaran bunga utang menyedot 13,6 persen dari anggaran pemerintah pusat. Postur APBN, lanjutnya, juga semakin tidak proporsional karena di­dominasi oleh pengeluaran rutin dan birokrasi.

Belum lagi turunnya lapangan kerja dari 436.000 menjadi 164.000. Bahkan, neraca perda­gangan dari surplus 25,06 miliar Dolar AS menjadi defisit 4,06 miliar Dolar AS.

“AHY harus belajar baca data dulu, baru kemudian mengkritisi kebijakan Jokowi,” pungkas pria yang akrab disapa Klutuk ini.

Baca juga : Panen Raya, Jokowi Minta Bulog Serap Sebanyak-banyaknya Gabah Petani

Tak mau tinggal diam, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono membela kakaknya, AHY.

Dia bilang, AHY menyampai­kan pokok-pokok pikiran yang tepat dan dibutuhkan dalam kondisi Indonesia sekarang ini.

‘’Apa yang dikatakan Ketua Umum Partai Demokrat, rakyat sedang susah, itu statement yang dibuat-buat mendiskreditkan kerja Pemerintah atau menyinggung pihak manapun. Itu didasarkan pada fakta lapangan,’’ tutur pria yang akrab disapa Ibas ini dalam keterangannya, kemarin.

Baca juga : LaNyalla Minta Pemerintah Cari Solusi Banjir Yang Rugikan Petani

Sebelumnya, AHY mengkri­tik kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada wong cilik. AHY menyoroti alokasi anggaran yang dinilai terlalu banyak digunakan untuk membiayai proyek mercusuar dan tidak banyak berdampak pada kehidupan wong cilik.

“Masalahnya, bukan hanya karena krisis global. Persoalan ekonomi kita semakin rumit, karena keuangan negara tidak dikelola dengan baik. Anggaran terlalu banyak digunakan untuk membiayai proyek-proyek mer­cusuar, yang tidak banyak ber­dampak pada kehidupan wong cilik,” kata AHY saat pidato politiknya di depan ribuan kader Demokrat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (14/3).

Menurutnya, defisit anggaran ditutupi dengan utang. Sehingga, utang Pemerintah angkanya naik tiga kali lipat. Dia mengutip data Kementerian Keuangan, di awal 2023, angkanyamencapai Rp 7.733 Triliun. Belum lagi, utang BUMN yang semakin menggunung, sebesar Rp 1.640 triliun.

Baca juga : Amankan Lokasi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Satpol PP Terjunkan 100 Personel

“Kini, kita kesulitan membayar utang, karena keuangan negara juga tengah menghadapi tekanan. Sejatinya, rakyat juga yang akan menanggung utang, lewat pajak yang mereka bayar,” tuturnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.