Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA teranyar, elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk pertama kalinya disalip oleh Partai Gerindra sejak 2014.
Elektabilitas PDIP di angka 19,3 persen. Sementara Partai Gerindra ada di angka 19,5 persen.
"Pertama kalinya sejak 2014 Banteng dilampaui Gerindra. Ini temuan menarik. Gerindra mencapai 19,5 persen, disusul PDI Perjuangan 19,3 persen," papar Direktur Citra Publik LSI Denny JA Hanggoro Doso Pamungkas di Kantornya, Jakarta Timur, Selasa (19/12/2023).
Dijelaskan, ada tren kenaikan Partai Gerindra yang tidak muncul secara tiba-tiba. Flluktuasi elektabilitas yang terpotret sejak Januari hingga November 2023.
Baca juga : Anas: Sanksi Berat Menanti
Diterangkan, pada Pileg 2014, Partai Gerindra terpaut 7,14 persen dari PDIP dengan perolehan suara 11,81 persen berbanding 18,95 persen. Pada Pileg 2019, perolehan suara Partai Gerindra ada di angka 12,57 persen, dan PDIP ada di angka 19,33 persen.
"PDIP masih sama dengan perolehan Pileg 2019 lalu, yakni 19,3 persen. Sementara Gerindra terus naik," tuturnya.
Artinya, jika Gerindra mampu mempertahankan keunggulannya sampai Pileg 2024 nanti, maka ini akan menjadi akhir dominasi PDIP selama 10 tahun.
"PDIP gagal hatrick, gagal menjadi juara 3 kali pileg berturut- turut," ungkapnya.
Baca juga : Miliki Elektabilitas Tertinggi, Prabowo-Gibran Dinilai Pantas Menang Satu Putaran
Menurut Hanggoro, penurunan suara PDIP terjadi karena blunder serangan PDIP ke Jokowi, penolakan sepak bola dunia U-20 dan penyebutan presiden sebagai petugas partai.
Kenaikan suara Gerindra terjadi karena ada kenaikan dukungan dari pemilih yang puas Jokowi, dan Prabowo semakin populer.
Ditambahkan Hanggoro, sejak tahun 2009, Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif menunjukkan pola yang berulang. Presiden terpilih membawa partai utama yang mendukungnya juga juara Pileg nomor satu.
Jika Prabowo-Gibran yang terpilih di Pilpres 2024, terbuka peluang partai utama yang mencalonkannya, Gerindra, juga menjadi partai utama menang Pileg nomor satu.
Baca juga : Pencapresan Prabowo Dongkrak Elektabilitas Gerindra, Tembus 18,5 persen
"Meskipun masih tersisa waktu dua bulan untuk dinamika turun dan naiknya dukungan rakyat kepada partai politik," pungkasnya.
Survei ini dilakukan menggunakan metodologi multistage random sampling dengan 1.200 responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner. Waktu pengumpulan data dilakukan pada 20 November 2023-3 Desember 2023 dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya