Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Disaranin Rombak Kepengurusan Partai
Kaesang Effect Diyakini Bawa PSI Moncer Pemilu 2029
Senin, 8 April 2024 15:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep gagal membawa partainya masuk ke Senayan. Meski demikian, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu berhasil menambah perolehan suara siginifkan pada Pemilu 2024.
Praktisi Hukum dan Pengamat Politik 2Indos Khalid Akbar mengatakan, putera bungsu Jokowi ini hanya diberikan waktu yang sangat singkat, yakni 4 bulan 20 hari sejak pengangkatannya sebagai Ketua Umum PSI pada 25 September 2023.
"Harapannya PSI berhasil mencapai target Parliamentary Threshold sebesar 4 persen," tutur Khalid, Minggu (7/4/2024).
Baca juga : Hadiri Safari Ramadan di Jaksel, Bang Zaki Panen Dukungan Maju Pilgub DKI 2024
Dia menilai, ini politik pragmatis elite PSI. Mereka ingin cuci tangan dengan cara memberikan kursi Ketua Umum PSI kepada Kaesang Pangarep yang baru 2 dua hari menjadi anggota PSI. Bagi PSI, harapan untuk mendapatkan Jokowi effect pada perolehan suara Pileg 2024 gagal total.
Dia pun menilai, Kaesang sedang dimanfaatkan secara politik oleh elite-elite PSI. Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Bappilu PSI yang dipimpin oleh Endang Tirtana patut dimintai tanggung jawab atas kegagalan partai ini tembus ke Senayan.
Sebab, dinilai gagap dalam politik elektoral yang seolah membebankan kerja-kerja taktis Pemilu ke pundak Kaesang Pangarep yang menyandang titel anak Presiden.
Baca juga : PSI Gagal Ke Senayan, Kaesang Ikhlas Terima Hasil Pemilu 2024
Namun, dia yakin PSI di bawah kepemimpinan Kaesang harusnya berhasil menempatkan kader partainya, di DPR RI pada Pemilu 2029. Meski Jokowi sudah tidak lagi menjadi Presiden RI.
Karena Kaesang memiliki karakteristik kepemimpinan yang lebih mudah diterima oleh millenial dan Gen Z di masa depan.
Karena itu, Khalid mengatakan, langkah awal pasca Pileg 2024, Kaesang harus segera melakukan perombakan kepengurusan DPP PSI. Agar mesin partai bisa dijalankan secara optimal, terstruktur, sistematis, dan massif.
Baca juga : MUI Ajak Para Dai Jadi Juru Damai Pasca Pemilu 2024
"Ganti posisi penting partai yang terbukti gagal mengemban tanggung jawab. Sekjen Raja Juli Antoni misalnya, setelah dua kali berkompetisi pada Pileg 2019 dan 2024, belum berhasil memenangkan PSI," sarannya.
Menurut dia, Pemilu 2029 adalah waktu yang tepat bagi Kaesang menjadi Pemimpin Muda yang matang. Maka itu, dia menyarankan, agar Kaesang tidak lagi bersandar dan berharap perolehan suara partai pada Jokowi Effect.
"Sudah waktunya bagi Kaesang Pangarep untuk berdirikari dan membuktikan bahwa dirinya memang patut dan pantas mengkomandoi partai politik. Sehingga di kemudian hari PSI mampu mewujudkan perkaderan partai politik yang teroganisir dan menciptakan Kaesang Effect," katanya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya