Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HUT Ke-52
GPK Dukung Perubahan AD/ART, PPP Wajib Bertransformasi
Jumat, 3 Januari 2025 09:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan berulang tahun ke-25 tepat pada tanggal 5 Januari. Sesuai tema Ultah Transformasi PPP untuk Indonesia, Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) meminta partai berani melakukan perubahan untuk perbaikan partai.
Wakil Ketua Umum GPK Abdur Rafi menyatakan, seteelah menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Ancol yang dihadiri Majelis Partai, Pengurus Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPW seluruh Indonesia, dia mendukung dilakukan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Perubahan AD/ART ini untuk pemilihan Ketua Umum DPP PPP. GPK ingin ada figur internal maupun luar partai yang kompeten, bisa menjadi pemimpin mereka.
Baca juga : Terapkan GCG di Lingkungan Perusahaan, Patra Jasa Raih IICG 2024
"Saya mendukung perubaham AD/ART dalam pemilihan Ketua Umum DPP PPP," kata Rafi dalam keterangannya, Jumat (3/1/2024).
Ditegaskan, tokoh dari luar partai pun punya kesempatan yang sama untuk menjadi ketua umum. Rafi berharap, figur ketua umum ke depan adalah sosok yang diterima oleh semua kalangan. Khususnya kader dan pemilih muda.
Dikatakan Rafi, figur yang diterima generasi muda, khususnya generasi z, amat dibutuhkan. "Sebab, mayoritas pemilih dari kalangan ini," kata Ketua Departemen Gen Z DPP PPP ini.
Baca juga : APP Group Dukung Pelepasan Ekspor Produk Hutan Bersertifikasi SVLK+
Rafi mencatat, tiga nama potensial pantas memimpin Ka'bah. Yakni Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih Taj Yasin (Gus Yasin), Sandiaga Uno, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrachman.
"Menghadapi Pemilu ke depan, partai harus terbuka untuk figur nasional yang dapat membesarkan partai. Sejauh ini ada nama Sandiaga Uno, Jenderal Dudung dan Gus Yasin," tuturnya.
Dia berharap, PPP pada Pemilu 2029 kembali ke Senayan, setelah pada Pemilu 2024 tidak lolos Parliamentary Threshold. Rafi mendesak, evaluasi harus segera dilaksanakan. Ini diperlukan karena PPP partai Islam yang legendaris.
Baca juga : Dukung Pertumbuhan Ekonomi, LAN Genjot Transformasi Tata Kelola Dan Kompetensi ASN
Apalagi kader dan konstituen PPP, sebagaian besar adalah ulama dan santri. Kehadiran PPP di pentas nasional sangat dibutuhkan dan penting untuk merawat kerukunan bangsa dan negara.
Diyakini, jika seluruh kader bersatu mengedepankan kepentingan umat, dia yakin PPP akan kembali bangkit, masuk parlemen, dan menjadi partai besar di Pemilu 2029.
"Kembalikan PPP yang selalu dekat dengan ulama dan menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar seperti 6 prinsip perjuangan partai. Untuk itu, evaluasi struktur PPP melalui Muktamar harus segera dilaksanakan," tegas Rafi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya