Dark/Light Mode

Baru Muncul Satu Bakal Calon Ketua

Musda Golkar Kalsel Diprediksi Aklamasi

Minggu, 13 Juli 2025 07:20 WIB
Bambang Heri Purnama (BHP). (Foto: Dok. Golkar)
Bambang Heri Purnama (BHP). (Foto: Dok. Golkar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pekan depan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI, untuk memilih Ketua Golkar Kalsel periode 2025-2030.

Diprediksi, anggota Fraksi Partai Golkar di DPR, Bambang Heri Purnama (BHP), akan terpilih secara aklamasi karena menjadi satu-satunya calon dalam perebutan kursi Ketua Golkar Kalsel.

Ketua Tim Pemenangan BHP, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengklaim, dari total 19 suara yang diperebutkan, sebanyak 12 suara dari DPD II Golkar se-Provinsi Kalsel atau pengurus tingkat kabupaten/kota, sudah menyatakan mendukung BPH.

Jumlah itu, kata dia, belum ditambah dukungan dari unsur lain, sehingga sudah melampaui syarat minimal pencalonan Ketua Golkar Kalsel periode 2025-2030.

“Ini sinyal yang sangat kuat. Jika mayoritas suara sudah beradadi tangan, kemungkinan be­sar Musda akan berlangsung se­cara aklamasi, dengan Bambang sebagai calon tunggal,” ujar Iskandar dalam keterangannya, dikutip Sabtu (12/7/2025).

Baca juga : Kembali Dilelang Kejagung, Aset Benny Tjokro Laku 18,4 M

Diketahui, Musda Golkar Kalsel akan digelar, Sabtu (19/7/2025). Rincian 19 suara yang akan diperebutkan, sebanyak 13 suara berasal dari DPD II kabupaten/kota, 2 suara dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar dan DPD Golkar Kalsel, sisanya atau 4 suara dari organisasi sayap, ormas pendiri, dan ormas yang didirikan Partai Golkar.

Melanjutkan keterangannya, Iskandar menjelaskan, berdasar­kan aturan partai, syarat minimal untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Kalsel, calon ketua harus memperoleh dukungan minimal 30 persen dari total 19 pemilik suara.

Artinya, lanjut dia, jika dihi­tung dari total pemilik suara, 30 persennya adalah 6 suara. “Saat ini, Pak Bambang sudah mengantongi dukungan lebih dari 50 persen,” imbuhnya.

Berdasarkan petunjuk pelaksanaan Musda, tambah dia, jika ada satu calon yang meraih dukungan lebih dari 50 persen, dia akan dianggap sebagai calon mayoritas atau bisa menjadi calon tunggal. Namun begitu, pihaknya tetap menghormati mekanisme partai dan menyerahkan proses penjaringan ke­pada panitia pelaksana Musda.

“Kami ingin, pelaksanaan Musda berjalan objektif, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta aturan organisasi. Kami mengajak seluruh tim dan pendukung, bersama-sama mengawal pelaksanaan Musda, memilih sosok terbaik untuk memimpin Partai Golkar di Kalsel,” tuturnya.

Baca juga : Airlangga Cs Geber Lobi Tarif Impor AS

Lebih lanjut, Iskandar menegaskan, Bambang layak me­mimpin Golkar Kalsel. Sebab, dia memiliki pengalaman dan rekam jejak yang panjang di partai.

“Beliau bukan orang baru, sudah tiga periode di DPR. Selama ini, komunikasi dengan para pengurus DPD juga terjalin dengan baik,” cetusnya.

Selain itu, sambung dia, dukungan para kader Partai Golkar di Provinsi Kalsel juga tak seka­dar didasarkan pada latar be­lakang politik. Menurut dia, kaderdan pengurus Partai Golkar di Kalsel juga meyakini kapa­sitas dan integritas Bambang sebagai pemimpin.

“Pak Bambang terbukti mam­pu menjaga komunikasi denganmasyarakat, loyal terhadap par­tai, dan punya rekam jejak pelayanan publik yang baik. Keberhasilan memimpin Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) menunjukkan, beliau mempunyai kemampuan mana­jerial dan visi membangun,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Tim Penjaringan Calon Ketua Golkar Kalsel, Puar Junaidi mengatakan, proses pencalonan terbuka untuk semua kader. Menurut dia, pendaftaran calon Ketua Golkar Kalsel akan dibuka selama dua hari, yakni pada 15 dan 16 Juli 2025, mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WITA.

Baca juga : Minat Lender Taruh Dana Ke Fintech Diramal Turun

“Musda bukan sekadar ajang memilih ketua. Ini momentum konsolidasi dan penyegaran internal partai,” ujar Puar.

Berdasarkan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, lanjut dia, Musda harus menghidupkan peran kolektif dalam membesarkan partai. Artinya, semua potensi yang dimiliki kader harus diber­dayakan, bukan hanya elite.

“Makanya, tokoh-tokoh se­nior, ulama besar, hingga pengurus lama akan diundang dalam pembukaan Musda. Sebab, par­tai yang besar adalah partai yang solid,” tegasnya.

Sebagai informasi, saat ini DPD I Golkar Kalsel dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Rikwanto. Dia memimpin sejak Desember 2024, karena Ketua DPD I Golkar Kalsel, yang juga mantan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, mengundurkan diri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.