Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dilantik Setelah HUT Ke-27
PAN Aceh Masukkan Anak Muda Dalam Kepengurusan
Minggu, 27 Juli 2025 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Aceh belum menetapkan jadwal pelantikan pengurus baru. Kemungkinan, pelantikan akan digelar usai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PAN, pada 23 Agustus 2025 nanti.
Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam menyatakan, struktur kepengurusan DPW PAN Aceh periode 2024-2029 telah rampung dan disahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Namun, pihaknya belum menetapkan jadwal pelantikan jajaran pengurus baru PAN Aceh.
“Belum ada jadwal (pelantikan). Hari ini, kami rapat pengurus baru. Nanti kami tentukan jadwalnya,” Dek Gam kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (25/7/2025).
Sebelumnya, DPP PAN telah mengesahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPW PAN Aceh periode 2024-2029. SK tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan Sekretaris Jenderal, Eko Hendro Purnomo.
Penyerahan SK berlangsung di Kantor DPP PAN, Jakarta, Sabtu (19/7/2025). Dalam SK tersebut, Nazaruddin Dek Gam ditetapkan sebagai Ketua DPW PAN Aceh, jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Jeffry Sentana S Putra (Wali Kota Langsa), dan posisi Bendahara diisi Raja Lukman Zia Ulhaq (anggota DPR Aceh termuda).
Baca juga : Bangun Ekonomi Rakyat Dan Dorong Kemandirian Desa
Melanjutkan keterangannya, Dek Gam memperkirakan, pelantikan pengurus DPW PAN Aceh kemungkinan besar dilakukan setelah perayaan HUT PAN ke-27, pada 23 Agustus 2025 nanti.
“Kemungkinan bulanAgustus, setelah ulang tahun PAN. Pengurus sudah beres semua,” imbuhnya.
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR ini mengungkapkan, kepengurusan DPW PAN Aceh diisi banyak wajah baru dan didominasi oleh anak-anak muda. Menurutnya, anak muda memiliki semangat yang tinggi, pemikiran segar, serta lebih akrab dengan perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat penting dalam dunia politik saat ini.
“Anak-anak muda punya energi besar, punya gagasan yang berani, dan kreatif. Ini penting agar PAN bisa terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Dek Gam menambahkan, pembaruan struktur kepengurusanini merupakan bagian dari upaya PAN untuk melakukan regenerasi politik serta memperluas jangkauan partai, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z.
Baca juga : Payment ID Bisa Lacak Semua Transaksi WNI
“Kami ingin PAN lebih dekat dengan rakyat, terutama generasi muda. Mereka adalah pemimpin masa depan, yang harus diberi ruang sejak sekarang,” tandas Presiden Persiraja Banda Aceh ini.
Sementara, Ketua Harian DPW PAN Aceh Razami Dek Cutmenyatakan, pihaknya akan melakukan kerja nyata dan membangun konsolidasi hingga tingkat akar rumput. Dia optimis, ‘mesin baru’ PAN Aceh akan membuat kerja-kerja politik dan kerakyatan partai berjalan lebih efektif dan membawa dampak nyata terhadap masyarakat.
“PAN Aceh punya energi baru, strategi baru, dan cara kerja yang lebih terukur. Itulah yang akan kami kerjakan bersama,” cetusnya.
Razami memastikan, energi baru yang dimiliki pihaknya akan menjawab berbagai tantangan elektoral 2029, mulai dari konsolidasi internal, peningkatan kursi legislatif, hingga memperluas basis dukungan pemilih muda.
“Ketua Harian bukan jabatan administratif. Dia adalah poros operasional harian partai. Di sinilah kami harus hadir bukan hanya untuk kader, tapi juga untuk rakyat Aceh yang butuh solusi nyata,” ucapnya.
Baca juga : Distribusi Pangan Bersubsidi Di Jakarta Harus Diperbaiki
Lebih lanjut, dia menerangkan, arah PAN Aceh ke depan akan lebih mengedepankan politik nilai dan koalisi berbasis visi. Dengan begitu, partai politik tidak terjebak pada praktik politik transaksional yang berorientasi pada kekuasaan jangka pendek.
“Kami ingin membangun PAN Aceh yang kuat, yang didasarkan pada ide dan kerja nyata, bukan jual beli dukungan. Karenanya, seluruh pengurus diminta menandatangani komitmen integritas dan kode etik organisasi,” ungkapnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya