Dark/Light Mode

Dibeberkan Tamliha Di Podcast Ngegas

Muktamar PPP Pertarungan Mardiono Vs Agus Suparman

Rabu, 24 September 2025 06:40 WIB
Politisi senior PPP Syaifullah Tamliha saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka. (Foto: Feri/Rakyat Merdeka/rm.id)
Politisi senior PPP Syaifullah Tamliha saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka. (Foto: Feri/Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
"PPP itu lemah dalam hal pendanaan. Kita juga tidak punya kader yang berduit. Kalau pun dulu ada, tapi duitnya tidak pernah mengalir ke partai," tuturnya. 

Tamliha bahkan punya hitung-hitungan terkait modal yang harus dimiliki seorang ketua umum untuk bisa memajukan PPP. Setidaknya, untuk bisa mengembalikan kejayaan PPP, perlu modal sekitar Rp 400-an miliar. Duit itu bukan untuk money politic, tapi keperluan operasional partai. 

Mulai dari operasional untuk pemilihan DPW, hingga kebutuhan untuk melengkapi verifikasi faktual oleh KPU. Sebagai partai yang tidak memiliki kursi di DPR, PPP wajib menjalani verifikasi faktual sebagai syarat untuk ikut di Pemilu 2029. 

"Dulu cuma verifikasi administrasi. Sekarang harus ikut yang faktual. Maka butuh logistik yang besar buat kantor pengurus di daerah," tegasnya. 

Baca juga : Luncurkan ImpaCX, InJourney Airports Fokus Kerek Layanan 37 Bandara

Tamliha lantas menyinggung berbagai manuver Mardiono jelang muktamar. Menurutnya, ada upaya dari pihak incument menghalangi Agus untuk maju. Salah satunya terkait statusnya sebagai non kader. 

Bahkan seminggu sebelum Muktamar, pihak pengurus belum mengirimkan bahan. Padahal sesuai aturan di partai, bahan itu harus dibagikan minimal 1 bulan sebelum Muktamar. "Ini yang bikin curiga," sindirnya. 

Keanehan lain adalah lokasi kongres yang digelar di salah satu hotel berbintang yang ada di kawasan Ancol. Bahkan, acara muktamar juga dibarengi dengan kegiatan Bimtek bagi seluruh anggota DPRD PPP di seluruh Indonesia. 

"Harusnya kalau mau, muktamar itu digelar di pesantren sebagai ideologi partai. Jangan biarkan kebiasaan buruk bikin acara di hotel terus dipertahkan. Dananya dari mana?" ujarnya. 

Baca juga : Dinakhodai Anggito Abimanyu, LPS Harus Jadi Jaring Pengaman Transparan

Tamliha mengibaratkan PPP sebuah pesawat dari Amerika menuju Singapura. Karena turbulens, pesawat itu gagal sampai di Singapura dan mendarat darurat di Bangkok, Thailand. 

Nahasnya, sejumlah penumpang ada yang luka, bahkan meninggal dunia. "Pilot semacam itu membuat kita takut masuk pesawat. Kok sekarang masih ngotot ingin jadi pilot.

Kok sekarang lau masih itu-itu juga pilotnya. Karena dia pernah gagal. Gagal mendarat di Senayan," sindir Tamliha. 

Padahal, saat ini, pemilihan ketum partai bakal berlangsung demokratis. Tidak ada ikut campur Istana di dapur partai politik. Berbeda dengan era Presiden ke-7 Joko Widodo, di mana calon ketum harus mendapat restu darinya. 

Baca juga : Pemprov Jamin Keamanan Dan Kenyamanan, RDF Plant Rorotan Diresmikan Hari Ini

Kata Tamliha, Prabowo lebih demokratis. Tidak mungkin Prabowo yang juga pengurus partai, ikut cawe-cawe di muktamar nanti. "Saya berkeyakinan bahwa Pak Pabowo tidak akan seperti Jokowi yang cawe-cawe dengan partai orang lain. Siapapun yang terpilih, saya yakin di-SK kan," pungkasnya. 

Untuk diketahui, Muktamar X PPP akan digelar di Hotel Mercure Ancol, 27 September 2025. Sebelum Muktamar digelar, PPP akan lebih dulu melakukan Bimtek kepada seluruh anggota DPRD dari PPP baik di tingkat provinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.