Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membakar semangat dan mendeklarasikan diri akan memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2029 mendatang.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legacy-nya.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PSI, Andi Saiful Haq mengatakan, Jokowi sebagai sosok besar yang telah menorehkan hampir seluruh prestasi politik. Namun, dia mengungkapkan, masih ada satu pencapaian yang belum diraih Jokowi.
“Pak Jokowi itu ibarat Messi tanpa Piala Dunia” katanya pasca hiruk pikuk Rakernas PSI di Makassar, Selasa (3/2/2026).
Baca juga : Jarasanda Merusak Tatanan Dunia
Dia menjelaskan, analogi tersebut merujuk pada perjalanan karier Lionel Messi yang telah mengoleksi hampir seluruh gelar prestisius di level klub dan individu, sebelum akhirnya melengkapi prestasinya dengan Piala Dunia bersama Argentina pada 2022 silam.
“Messi sudah memenangkan hampir semua liga, mulai dari 10 gelar La Liga, 7 gelar Copa Del Rey dan 4 Liga Champion. Belum lagi penghargaan bergengsi Ballon d’Or dan Sepatu Emas Eropa. Mirip seperti Pak Jokowi,” ujarnya.
Menurut Saiful, Jokowi juga memiliki rekam jejak politik yang nyaris sempurna di jalur eksekutif. Dia memandang, keberhasilan Jokowi menapaki seluruh jenjang pemilihan langsung menjadi pencapaian langka dalam politik nasional.
“Pak Jokowi memenangkan Pilkada Wali Kota Solo 2 kali dengan kemenangan fantastis, Menang Pilkada Gubernur DKI dan dua kali memenangkan kursi Presiden Republik Indonesia. Bahkan namanya disebut-sebut sebagai faktor kemenangan Prabowo-Gibran. Jarang politisi nasional meliki karir cemerlang seperti beliau. Setelah tidak menjabat pun, approval rating beliau masih tinggi,” jelasnya.
Baca juga : Laimer Tak Sabar Tantang Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Meski demikian, Saiful menilai, masih ada satu capaian politik yang belum diraih Jokowi, yakni kemenangan dalam Pemilu Legislatif.
Ini serupa dengan ambisi Messi di penghujung kariernya sebelum mengangkat trofi Piala Dunia.
“Namun ada yang kurang bagi Messi diantara semua karirnya di sepakbola dunia. Di penghujung karirnya, Messi tentu ingin mengangkat trophi Piala Dunia untuk Argentina, lalu itu terwujud pada tahun 2022. Kira-kira sama halnya dengan Pak Jokowi. Semua tingkatan pemilu eksekutif sudah pernah beliau menangkan. Tinggal satu lagi, Pemilu legislatif,” ungkapnya.
Walaupun Jokowi pernah memenangkan Pemilu Legislatif bersama PDI Perjuangan, dia menambahkan, kemenangan tersebut tidak pernah sepenuhnya dikaitkan dengan kontribusi mantan Wali Kota Solo itu. Padahal, dalam berbagai survei menunjukkan pengaruh signifikan Jokowi.
Baca juga : EWC Foundation: Indonesia Mesin Pertumbuhan Esports Dunia
“Memang Pak Jokowi pernah bersama PDIP, namun kemenangan PDIP di Pemilu Legislatif, tidak akan pernah diakui sebagai kontribusi Jokowi, meski survei-survei menyatakan berbeda. Jadi wajar jika dalam Rakernas PSI 2026 di Makassar, Jokowi akan mati-matian membawa PSI ke Senayan. Bagi Pak Jokowi ini adalah karir paripurna, sama halnya Piala Dunia bagi Messi,” tutup Saiful.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya