Dark/Light Mode

Jarasanda Merusak Tatanan Dunia

Senin, 12 Januari 2026 07:47 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi penangkapan Nicolas Maduro mirip film “Clear and Present Danger”. Film yang dibintangi Harrison Ford itu menceritakan tentang analis CIA dalam pengejaran kartel narkoba internasional. Pemerintahan Donald Trump menuduh Maduro bersengkongkol dengan kelompok gerilya dan menyelundupkan kokain ke Amerika (narko-teroris). Pertanyaannya apakah benar tuduhan Trump tersebut? Atau ada alasan lain sehingga Amerika melakukan intervensi ke Venezuela.

“Mungkin untuk cari minyak Mo,” celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar hanya mesem tidak serta merta menanggapi komentar Petruk. Romo Semar sejatinya sedang galau dan prihatin dengan ditetapkannya mantan menteri agama sebagai tersangka korupsi kuota haji. Menteri Agama semestinya jadi teladan dan penjaga moral institusi yang dipimpinnya. Namun ironisnya, beberapa menteri agama terseret kasus dalam korupsi urusan haji.

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Gurihnya nasi goreng kampung menambah selera sarapan pagi di Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Dimana, Prabu Jarasanda merusak tatanan dengan menculik beberapa raja untuk dijadikan tumbal kekuasaan.

Baca juga : Gaduh Sabotase Jembatan Situbondo

Kocap kacarito, Prabu Jarasanda adalah raja dari Kerajaan Giribraja. Seorang pemimpin berwujud raksasa dan memiliki kesaktian luar biasa. Jarasanda adalah putra Raja Brihadratha lahir dari dua permaisuri berbeda yakni Dewi Kahita dan Dewi Kawita. Kelahiran jabang bayi yang unik menyebabkan Jarasanda memiliki kepribadian ganda. Sehingga perilakunya suka nyleneh dan cenderung menabrak tatanan.

Prabu Jarasanda sangat berambisi untuk menguasai jagat triloka. Jarasanda mengadakan sesaji Kala Rudra untuk minta dukungan Bethari Durga. Durga adalah pemimpin jahat dari dunia hitam di wilayah Setra Ganda Mayit. Sesaji Kala Rudra memerlukan tumbal seratus raja. Kerajaan sekitar Giribraja berhasil ditaklukkan dan rajanya ditangkap sebagai tahanan perang. Sembilan puluh tujuh raja berhasil dikalahkan. Jarasanda tinggal memerlukan tiga raja lagi untuk memenuhi ambisinya.

Tiga kerajaan yakni Amarta, Manduro, dan Dwarawati men- jadi target berikutnya. Jarasanda mengirim pasukan untuk menangkap Puntadewa, Baladewa, dan Krisna. Rupanya Krisna dan Baladewa sudah mengetahui niat jahat Jarasanda. Untuk mengantisipasi serangan Jarasanda, Krisna dan Baladewa bersekutu dengan satria Pandawa.

Baca juga : Keteladanan Ki Ageng Pandanaran

Krisna mengatur strategi dengan Pandawa untuk menyerang Giribraja lebih dulu. Hal ini untuk mencegah kerusakan dan jatuhnya banyak korban. Bima diberi tugas menangkap Jarasanda. Sedangkan Arjuna membebaskan para raja yang ditahan. Krisna menyamar Brahmana untuk bisa masuk kerajaan Giribraja. Sedangkan Bima dan Arjuna menyelinap masuk sebagai seorang Sudra.

Kedatangan Krisna membuat kaget Jarasanda. Tak hanya itu, Bima melabrak Jarasanda dan menyeretnya ke alun-alun Giri- braja. Terjadi pertarungan sengit antara Bima dan Jarasanda. Bima hampir saja kewalahan melawan Jarasanda. Namun Krisna berhasil mengetahui kelemahan Jarasanda. Akhirnya Jarasanda tewas oleh Kuku Pancanaka milik Bima.

“Lalu hubungannya apa Donald Trump dengan Jarasanda, Mo?” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Keduanya sama-sama berambisi menguasai dunia,” jawab Romo Semar pendek. “Trump menggunakan minyak sebagai tumbal untuk mempertahankan kekuasaannya. Maka setelah Trump berhasil mencaplok Venezuela, perusahaan minyak raksasa Amerika langsung antre melakukan ekplorasi dan ekploitasi sumber minyak bumi,”papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.