Dark/Light Mode

Ketua Umum Punya Hak Diskresi

Bahlil Persilakan Kader Eks Golkar Kembali Lagi

Senin, 20 Juli 2026 06:50 WIB
Bahlil Lahadalia. (Foto: Tedy/RM)
Bahlil Lahadalia. (Foto: Tedy/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar tidak pernah memusuhi kader yang hengkang ke partai politik (parpol) lain. Golkar selalu membuka pintu bagi kader yang ingin kembali mengabdi melalui mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan, partai politik yang telah lama berdiri, Golkar memiliki sistem organisasi yang lengkap, mulai dari AD/ART, peraturan organisasi (PO), petunjuk pelaksanaan hingga petunjuk teknis yang menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan. 

"Kalau sudah merasa bahwa sekalipun sudah hijrah, yang dicek di rumah lain tidak pas, mungkin balik, ya kita buka pintu. Tidak masalah," kata Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (18/7/2026). 

Bahlil mengatakan, dinamika kader yang keluar dan masuk partai merupakan hal yang lumrah dalam dunia politik. Bahkan, sejumlah tokoh yang pernah berkiprah di Golkar kemudian mendirikan partai politik baru. 

Baca juga : PSI Aceh Semakin Diterima Masyarakat

"Banyak jebolan Partai Golkar yang membangun partai. Contohnya NasDem, Bang Surya Paloh yang dulu Ketua Dewan Pertimbangan Golkar kemudian menjadi ketua umum partai. Kemudian Gerindra, Hanura, Demokrat. Ya tidak apa-apa," ujar Bahlil. 

Menteri ESDM itu menegaskan, Golkar tidak pernah menyimpan rasa permusuhan terhadap kader yang memilih jalan politik berbeda. Menurutnya, setiap kader berhak menentukan pilihan dan dipersilakan melihat pengalaman di partai lain. 

Bahlil menambahkan, jika kader tersebut ingin kembali, Golkar telah memiliki mekanisme yang memungkinkan melalui diskresi Ketua Umum. Kewenangan itu merupakan hak prerogatif yang diatur secara tegas dalam AD/ART partai. 

"Kalau sudah merasa bahwa sekalipun sudah hijrah, yang dicek di rumah lain tidak pas, mungkin balik, ya kita buka pintu. Tidak masalah," ujarnya. 

Baca juga : KAI Satukan Layanan Stasiun Karet-BNI City

"Begitu ketika mau kembali, ada aturan yang memungkinkan. Aturan itu disebut diskresi dan itu dibenarkan dalam Anggaran Dasar sebagai hak prerogatif ketua umum," sambungnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menjelaskan, alasan pemberian surat diskresi kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sehingga dapat maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Menurutnya, keputusan itu bukan bentuk perlakuan istimewa, melainkan mekanisme organisasi yang sah. 

Dia menjawab, berbagai pertanyaan terkait status IAS yang sempat meninggalkan Golkar dan bergabung dengan Partai Demokrat sebelum kembali ke partai berlambang pohon beringin tersebut. 

"Banyak orang mengatakan kepada saya, Pak Aco pernah pindah partai. Partai Golkar adalah partai yang dewasa. Partai Golkar adalah partai yang penuh dengan fatsun, mekanisme, serta aturan-aturan kepartaian," tutur Bahlil. 

Baca juga : Indonesia Jamin Investasi Aman Bagi Investor China

Bahlil menilai, langkah IAS meninggalkan Golkar pada masa lalu merupakan dinamika politik yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan. "Jadi kayak Pak Aco pergi, mungkin dia lihat-lihat dulu. Waktu itu mungkin dia mencari udara segar. Ya tidak apa-apa," katanya. 

Lebih lanjut, Bahlil mengaku telah lama mengenal IAS dan menilai mantan Wali Kota Makassar dua periode itu memiliki pengalaman panjang di Partai Golkar. Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan. 

"Saya mengenal Pak Aco sudah sangat lama, senior saya. Saya berharap pengalaman beliau sebagai pengurus Golkar dari bawah, pernah menjadi Ketua AMPI, Ketua Golkar provinsi, hingga Wali Kota Makassar selama 10 tahun menjadi bekal untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar," pungkasnya. 

Musda XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan hanya diikuti satu kandidat, yakni Ilham Arief Sirajuddin. Setelah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi mengundurkan diri menjelang Musda, IAS akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026-2031. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.