Dark/Light Mode

Ditargetkan Mulai Beroperasi 28 September

KAI Satukan Layanan Stasiun Karet-BNI City

Senin, 20 Juli 2026 06:40 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, Jakarta Pusat. Integrasi yang ditargetkan mulai beroperasi 28 September 2026 tersebut, dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, integrasi dua stasiun tersebut disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan Kereta Rel Listrik Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (KRL Jabodetabek) melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun. 

“Integrasi Karet dan BNI City kami siapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman,” ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026). 

Bobby memastikan, rencana integrasi tersebut disiapkan dengan prinsip kehati-hatian. Karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian banyak pelanggan dan masyarakat sekitar. 

Apalagi mengingat kawasan itu hidup bersama aktivitas masyarakat, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha sekitar. 

“Karena itu, penataannya harus dilakukan dengan baik, bertahap dan tetap mendengar masukan,” katanya. 

Lebih lanjut disampaikannya, dalam rencana integrasi tersebut, area Stasiun Karet akan diarahkan menjadi concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. Pihaknya juga menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara, agar perpindahan pelanggan menuju BNI City dapat dilakukan lebih nyaman. 

Baca juga : Indonesia Jamin Investasi Aman Bagi Investor China

Selain itu, aktivitas gate-in dan gate-out pelanggan dipusatkan di Stasiun BNI City. Sementara kawasan Karet tetap disiapkan sebagai akses pendukung yang tertata. 

Mantan bos Len Industri ini menekankan, integrasi tersebut juga didorong oleh kebutuhan keselamatan dan pelayanan. Sebab, jarak Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City yang sangat berdekatan, mempengaruhi pola operasi perjalanan kereta api. 

Selain itu, aktivitas naik turun, pengantaran dan penjemputan pelanggan di sekitar Stasiun Karet perlu ditata agar lebih aman bagi pelanggan, pengguna jalan, serta masyarakat sekitar. 

Berdasarkan data KAI, kawasan Karet dan BNI City merupakan salah satu titik layanan dengan aktivitas pelanggan yang besar. 

Sepanjang semester I-2026, Stasiun Karet mencatat 7.257.442 aktivitas gate in dan gate out pelanggan. Sedangkan Stasiun BNI City atau Sudirman Baru mencatat 2.688.254 aktivitas gate in dan gate out pelanggan. 

Secara total, kedua stasiun tersebut melayani 9.945.696 aktivitas naik dan turun pelanggan pada Januari-Juni 2026. 

Menurutnya, peran BNI City atau Sudirman Baru juga semakin penting karena stasiun ini menjadi salah satu titik layanan Commuter Line Bandara Soekarno Hatta (Soetta). 

Baca juga : Keamanan Di Sekolah Perlu Lebih Diperketat

Ia membeberkan, pada semester I-2026, Commuter Line Bandara Soetta melayani 1.197.413 pelanggan, naik 12,71 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 1.062.415 pelanggan. 

“Dengan fungsi tersebut, integrasi Karet-BNI City disiapkan untuk memperkuat alur pelanggan di kawasan yang melayani perjalanan komuter, perpindahan antarmoda, serta akses menuju Bandara SoekarnoHatta,” jelasnya. 

Pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penataan kawasan berjalan selaras. 

Ia menegaskan, perseroan akan menyiapkan masa transisi dengan informasi yang jelas kepada pelanggan. Seperti, petunjuk arah, petugas layanan, sosialisasi, serta pengaturan arus pelanggan akan disiapkan agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat. 

Perseroan juga melihat, integrasi Karet dan BNI City sebagai bagian dari pembenahan layanan transportasi publik di kawasan pusat Jakarta. 

Menanggapi ini, Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno bilang, penataan stasiun dan area sekitarnya memang sangat penting. 

Apalagi, stasiun ini berada di pusat kota, di mana satu stasiun berdekatan dengan kawasan perkantoran atau bisnis di Sudirman dan satu stasiun lainnya dekat dengan area perbelanjaan terbesar, yaitu Tanah Abang. 

Baca juga : Olise Kubur Rekor Pele

Sehingga, ada banyak aktivitas atau pergerakan di sekitar dua stasiun tersebut. 

Untuk meningkatkan layanan, sambung Djoko, tentu penataan dan integrasi antara dua stasiun yang jaraknya juga lumayan berdekatan ini sangat penting. 

“Pergerakan dan akses dari satu titik ke titik lainnya harus mudah, nyaman dan aman,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Ia berharap, integrasi kedua stasiun ini bisa segera terealisasi, mengingat jumlah pengguna KRL di stasiun Karet juga cukup tinggi. 

“Kalau nanti naik dan turun penumpang di stasiun BNI juga bisa terintegrasi ke moda transportasi lain, seperti MRT (Mono Rail Transit) dan LRT (Light Rail Transit), pasti akan lebih efisien,” tukas Djoko. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.