Dark/Light Mode

Dasco-Bahlil-Imin Bersama di Harlah ke-28 PKB

Candaan Presiden: Kalau 3 Kancil Bersatu, Repot…

Sabtu, 25 Juli 2026 08:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) saat menghadiri Harlah ke-28 PKB, di JCC, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam. (Foto: Setkab)
Presiden Prabowo Subianto (tengah) saat menghadiri Harlah ke-28 PKB, di JCC, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam. (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan yang mengundang gelak tawa saat menghadiri puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam. Prabowo menyebut tiga kancil kepada Ketua Harian Partai Gerindra/Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Golkar/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Ketua Umum PKB/Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

"Kalau tiga orang itu berkumpul, wah repot kita ini," kata Prabowo sambil tertawa lebar. Dasco, Bahlil dan Imin ikut terbahak-bahak mendengar candaan Presiden tersebut. Hadirin juga ikut bersorak sorai.

Candaan terkait tiga “kancil” ini menunjukkan kedekatan dan rasa sayang Prabowo kepada ketiga pembantunya tersebut. Apalagi mereka selama ini dinilai memiliki kemampuan untuk menemukan solusi jitu dalam mengatasi berbagai persoalan, baik di bidang politik, ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.

“Ketiganya merupakan tokoh unik dan punya cara khas untuk menyelesaikan problem yang ada, tanpa menyinggung pihak lain,” ucap Prabowo.

Baca juga : Dimediasi Irak, Iran Tolak Damai dengan AS

Candaan bermula saat Prabowo menggoda Dasco dan Cak Imin sebagai sosok "kancil" dalam politik Indonesia.

"Memang di Indonesia ini ada dua pemimpin kancil, Gus Imin dan Sufmi Dasco. Kalau Dasco sekarang sudah jadi profesor. Dulu provokator. Ko (Dasco), kalau gue nggak narik lu, jangan-jangan lu nggak tahu ke mana sekarang," sebut Prabowo, yang kembali memancing tawa para kader PKB.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga menyebut Bahlil berpotensi menjadi "kancil ketiga". Ia pun berkelakar jika ketiga tokoh tersebut berkumpul, situasinya bisa menjadi berbahaya.

Terkait candaan presiden ini, Wakil Ketua Umum Golkar Wihaji meminta tidak perlu dimaknai secara berlebihan. Menurut Wihaji, pernyataan Presiden semata-mata candaan yang disampaikan dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Baca juga : Febrie Sakit

"Hehehe... itu candaan biasa saja. Karena forum Harlah partai politik, jadi memang disampaikan dengan canda-canda dan kosa kata yang ringan. Jadi itu saja, tidak ada makna lain-lain," ucap Wihaji.

Senada, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan, pernyataan Presiden Prabowo tidak perlu dimaknai secara serius karena disampaikan dalam suasana penuh keakraban. "Itu memang candaan Presiden. Pak Prabowo juga sering melontarkan humor dalam pidatonya," sebut Bahtra.

Menurutnya, candaan tersebut juga merupakan bentuk apresiasi Presiden terhadap peran sejumlah tokoh koalisi. Khususnya Dasco yang dinilai banyak berkontribusi dalam mendukung jalannya pemerintahan Prabowo.

"Saya pikir partai-partai pendukung pemerintah sedang kompak. Pak Prabowo selalu mengapresiasi semua partai, baik yang berada di dalam pemerintahan maupun yang memilih menjadi penyeimbang di luar pemerintahan. Beliau juga berterima kasih meskipun ada perbedaan pandangan, karena pada akhirnya tujuannya sama, yakni membangun Indonesia ke depan," tegasnya.

Baca juga : Iran Balas Gertakan Trump: Mata Ganti Mata

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro juga menilai, guyon Prabowo merupakan bentuk apresiasi terhadap kemampuan Dasco, Cak Imin, dan Bahlil dalam membaca dinamika politik nasional.

"Ini bentuk pengakuan Presiden terhadap kualitas Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB yang selama ini mampu menakhodai partai dalam beragam masa," ucap Agung.

Terlebih, tersiratnya rayuan Cak Imin yang mengkonsolidasi kadernya untuk mengenakan kaos bertuliskan Prabowonomics. "Menyentuh emosi Presiden dan dianggap sebagai bentuk kecerdikan Cak Imin dalam mengapresiasi kepemimpinan Prabowo," sambung Agung.

Pujian serupa juga ditujukan kepada Dasco dan Bahlil. Menurutnya, Dasco dan Bahlil memiliki kecakapan politik dalam memimpin partai. "Keduanya gesit merespons beragam situasi politik dan persoalan kebangsaan," pungkas Agung. UMM/MEN

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.