Dark/Light Mode

Jelang Kongres Gerindra

Sandi & Muzani Digadang Pas Jadi Ketua Harian 

Senin, 20 April 2020 08:00 WIB
Bambang Haryo Soekartono
Bambang Haryo Soekartono

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Bambang Haryo Soekartono mengakui ada dua tokoh dan figur yang dianggap layak dan pas untuk menjabat sebagai ketua harian DPP Partai Gerindra untuk periode mendatang.

Dua tokoh tersebut yakni Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandi dan Ahmad Muzani. Saat ini, Sandi menjabat sebagai anggota dewan pembina Partai Gerindra sedangkan Muzani sebagai sekretaris jenderal. "Menurut saya Pak Sandi dan Pak Muzani kandidat kuat untuk posisi ketua harian," ungkap Bambang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Bambang, baik Sandi maupun Muzani merupakan kader terbaik yang disegani di internal Partai Gerindra juga mempunyai jaringan yang luas sehingga ketika menjabat mudah untuk melakukan komunikasi dengan pihak luar.

Baca juga : Relawan Gugus Tugas Prioritaskan Bantuan kepada Tenaga Kesehatan

Tak itu saja, Muzani juga sosok yang dianggap lihai dan mempunyai kapasitas dalam menjalankan roda organisasi partai sehingga suara Gerindra terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari pemilu ke pemilu.

Di internal partai, terang Bambang lagi, Muzani juga bisa meredam berbagai gejolak yang ada. Makanya, ketika menjabat ketua harian sangat cocok dan pas. Komunikasi Muzani dengan Prabowo juga baik. 

Begitupun dengan sosok Sandi yang mempunyai chemistry dengan Prabowo. Hubungan yang baik itu sudah terjadi erat ketika Sandi berduet dengan Prabowo di pilpres yang lalu. 

Baca juga : Dubes Singapura dan Jepang Masih di Jakarta

Nilai lebih dari Sandi tak hanya diterima di internal Partai Gerindra tetapi juga masyarakat Indonesia. Hal itu terlihat ketika berkunjung ke daerah selalu dikerubuti warga. "Jaringannya luas. Pribadinya memang di kenal enternal maupun internal partai," ujar dia.

Dia yakin ketika Sandi maupun Muzani diamanatkan sebagai ketua harian bisa menjalankan dengan baik.

Tapi, sambungnya, semua itu hanya pendapat pribadi. Keputusan final ada di ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Semua itu hak prerogatif dari ketua umum. Jadi tergantung Pak Prabowo," tandasnya. [REN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.