Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kader Demokrat Candain Ketum Gerindra
Pujian Prabowo Diibaratkan Pasar Sepi Tanpa Pembeli
Sabtu, 25 April 2020 07:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pujian Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto atas kinerja Presiden Jokowi dibercandain sejumlah kader Partai Demokrat.
Politikus Partai Demokrat Rachlan Nashidik berpendapat, apa yang dilakukan Prabowo bukan untuk meraih simpati publik untuk percaya kepada Jokowi.
Baca juga : Sandi & Muzani Digadang Pas Jadi Ketua HarianĀ
“Pak Prabowo berusaha memulihkan kepercayaan publik kepada Pak Jokowi. Tapi sebenarnya, dia sedang berusaha memulihkan kepercayaan publik kepada dirinya sendiri,” ujar Rachland kepada wartawan, kemarin.
Rachland menganalogikan sanjungan Prabowo, ibarat kondisi pasar yang sepi karena tidak ada pembeli. Sampai-sampai, dukungan diberikan dari menterinya sendiri.
Baca juga : Ketua DPD Minta Bansos & Bantuan Pangan Segera Cair
“Kalau Presiden sampai butuh dukungan dari Menteri Pertahanan, itu artinya hari sudah senja. Pasar sudah sepi, dagangan tak ada yang beli,” tegas eks Wasekjen Demokrat itu.
Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief. Melalui akun Twitter miliknya, Andi meledek Prabowo sampai menangis tersedu, melihat pujian Prabowo untuk Jokowi.
Baca juga : Kepala BKPM: Pembangunan Bandara Kediri Bukti Kepercayaan Swasta pada Pemerintah
“Selama 12 jam saya menangis haru mendengar penjelasan Pak Prabowo soal Pak Jokowi. Air mata tumpah 7 liter,” tulisnya di akun @AndiArief__.
Pernyataan dari Andi mendapat beragam respons di media sosial. Tak sedikit yang membalas nyinyir. Salah satunya pemilik akun @Qshareina. “Buset air mata 7 liter. Saking terharunya, mata udah segede apa tuh Pak bengkaknya,” cuitnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya