Dark/Light Mode

Survei Pilpres 2024

Politisi PKB: Aduh, Belanda Masih Jauh

Jumat, 12 Juni 2020 09:25 WIB
Daniel Johan (Sketsa: Iyong/RM)
Daniel Johan (Sketsa: Iyong/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP PKB Daniel Johan menyatakan, persepsi masyarakat utamanya di media sosial masih terbelah karena beda jagoan di Pilpres 2019. “Kita harus segera konsolidasi semua kekuatan untuk menyatu. Karena masalah Covid-19 dan ekonomi yang dihadapi saat ini sangat berat,” ujar Daniel, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Daniel menjelaskan, salah satu indikasi masyarakat masih terbelah akibat Pilpres 2019 adalah bursa capres 2024 yang saat ini mulai gaduh. Padahal, Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf baru berjalan satu tahun. Kencangnya bursa pilpres, membuat masyarakat terbelah dan merugikan pemerintahan saat ini. 

Baca juga : Prabowo Masih di Puncak, Ganjar Menggusur Anies

Instabilitas politik ini, menurut Daniel, tidak menguntungkan rakyat secara pribadi apalagi suatu bangsa. Pembelahan ini justru menguntungkan buzzer bayaran yang mendulang rupiah di balik keributan di media sosial. “Yang untung hanya buzzer yang secara khusus memang dibayar, bukan gratisan. Nah, ngapain kita ikut secara gratis proyek para buzzer,” katanya. 

PKB, katanya, menganggap sejumlah hasil survei Pilpres 2024 sebagai hiburan politik semata. Tidak perlu dianggap serius. 

Baca juga : Politisi Banteng: Kita Butuh Pemimpin Tegas

Sejumlah survei, saat ini menempatkan Prabowo Subianto di posisi puncak. Prabowo, merupakan rival Jokowi di Pilpres 2019. Sebenarnya, Prabowo saat ini sudah berada di gerbong pemerintah dengan jabatan Menteri Pertahanan. Namun, bursa Pilpres 2024 masih beraroma 2019 karena di posisi berikutnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berhasil menggeser Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Nah, peta survei itu menggambarkan masyarakat yang masih belum move on dari Pilpres 2019. “Aduh, Belanda masih jauh, pemerintahan saja belum setahun. Jadi setiap hasil survei masih bisa sangat berubah, anggap saja sebagai hiburan, kalau naik disyukuri, kalau turun jadikan pemacu peningkatan kinerja,” katanya. 

Baca juga : Bisa Diterima Semua Kubu, Sandiaga Jadi Yang Terkuat

Di situasi saat ini, Daniel menyarankan seluruh pihak untuk bersatu membantu pemerintah melawan Covid-19. “Sangat berharap kita semua harus naik kelas tidak lagi saling menegasikan, bersatu, kompak, merasa satu nasib mengatasi masalah-masalah yang ada baik Covid-19, ekonomi dan mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Pemimpin baik nasional maupun daerah fokus saja melakukan pengabdian terbaik untuk rakyat,” tutupnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.