Dark/Light Mode

Peluang Jadi Ketum Partai Gerindra Tertutup

Sandi Terancam Tak Bisa Bertarung di Pilpres 2024

Senin, 15 Juni 2020 07:09 WIB
Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)
Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang Sandiaga Uno untuk menduduki posisi Ketua Umum Partai Gerindra sudah tertutup rapat. Pasalnya, Prabowo Subianto masih pengen menjadi posisi orang nomor satu di partai ini.

Pengamat politik dari Charta Politika, B Muslimin, menilai majunya kembali Prabowo sebagai Ketum Gerindra membuat karier politik Sandi meredup. Bahkan, peluang Sandi bertarung di Pilpres 2024 menjadi terbatas karena ruang geraknya tidak bebas untuk mengeksploitasi dan mengkapitalisasi elektabilitasnya. 

“Peluang Sandi terbatas kalau tidak memimpin partai. Ruangnya lebih besar kalau memimpin partai,” ungkap Muslimin, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : Prabowo Diminta Jadi Ketum Lagi, Regenerasi Gerindra Mampet

Bagaimana pun, dikatakan dia, Sandi butuh panggung dan kendaraan untuk mendongkrak elektabilitas dan akseptabilitasnya di mata masyarakat Indonesia. Karena itu, kalau tidak punya posisi strategis di Gerindra sulit untuk meningkatkan keterpilihannya. “Intinya, Sandi butuh panggung kalau mau maju ke 2024,” katanya. 

Permasalahannya, apakah Prabowo mau memberikan peluang itu ke Sandi. Sudah jadi rahasia umum, Prabowo masih ngebet maju kembali di pemilu mendatang. Maka dari itu, jika Sandi ingin maju di 2024 harus memilih apakah tetap di Partai Gerindra atau hijrah ke partai lain. 

Bagaimana jika Sandi hijrah ke PPP? Kata Muslimin, dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. “Kalau dalam politik ya bisa bisa saja,” katanya. 

Baca juga : Prabowo Masih Mau Jadi Calon Presiden?

Tapi kalau melihat kondisinya saat ini dan mencalonkan tidak mudah. Kecuali pengurus daerah menginginkan Sandi untuk memimpin PPP. Dia mencontohkan ketika Soetrisno Bachir menjadi ketua umum PAN. 

“Bisa-bisa saja kalau ada kekuatan daerah yang mendukug Sandi. Kalau Suharso memberikan tiket ke Sandi. Permasalahan berikutnya, apakah Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa rela untuk memberikan tiketnya ke Sandi,” tambahnya.

Kalaupun kader dan elite PPP merestui, Muslimin memprediksi suara PPP akan merangkak naik karena elektabilitas Sandi cukup kuat di daerah. Sandi juga dikenal dekat dengan ulama NU. “Sandi cukup dekat dengan kalangan Nahdiyin. Apalagi kalau selama 4 tahun ini turun ke daerah akan lebih membuat PPP lebih baik.” 

Baca juga : Politisi Gerindra: Alhamdulillah, Lebaran Bisa Bersama Ibu Di Rumah

Apalagi, kalau bicara saat ini di PPP tidak ada sosok yang layak untuk dijual sebagai capres maupun tokoh yang bisa menaikan elektabilitas partai. “Sekarang ini PPP memang butuh pemimpin yang out of the box,” ucapnya. 

Kemungkinan PPP memunculkan calon eksternal diungkapkan oleh wakil ketua DPW PPP Maluku, Hendra Anwar Suad. Hendra mengungkapkan ada tokoh luar atau eksternal partai yang mungkin bisa menjadi ketum PPP. “Ada calon internal, ada eksternal. Infonya ada calon eksternal yang mau. Tapi saya tidak tahu siapanya?” katanya. [REN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.