Dark/Light Mode

Dipanggil Mahkamah Kehormatan

Merasa Nggak Bersalah, Waketum Gerindra Cuek

Sabtu, 20 Juni 2020 06:46 WIB
Waketum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono (Foto: Antara)
Waketum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Poyuono penuh percaya diri. Dia sesumbar tidak akan di-sanksi atas pernyataannya itu. “Kok sanksi sih. Memang saya salah ngomong fakta. Memang ada tuh PKI bangkit? Kalau bangkit pasti dibubarin aparat hukum dong, kan ideologi terlarang,” cetusnya.

Pernyataan Poyuono merembet ke mana-mana. Ia menyebut Gerindra saat ini terkesan menjadi wadah untuk kadrun. Namun, dia tidak mempertegas siapa yang dimaksud kadrun ini. “Bagi saya berpolitik pakai akal sehat dan nalar bukan pakai propaganda kampungan yang diketawain masyarakat dan ditinggal masyarakat,” kelakarnya.

Baca juga : MPR Dorong Kerja Sama Kesehatan Indonesia-Kuba Ditingkatkan dalam Melawan Covid-19

“Nah, framing yang sekarang kan akhirnya Gerindra seakan-akan jadi partai tempatnya kadrun. Masyarakat sudah cerdas, apalagi generasi milenial sudah sangat cerdas dalam menilai politik Indonesia,” sambungnya.

Poyuono menjelaskan, isu kebangkitan PKI yang kini muncul kembali untuk menyerang Presiden Jokowi. Karena Gerindra kini berkoalisi dengan Jokowi, dia merasa harus memberi pembelaan. “Yang pasti isu itu untuk memecah belah bangsa dan ujung mau memakzulkan Kangmas Joko Widodo. Jadi saya sebagai kader partai yang berkoalisi dengan Pak Jokowi wajib untuk membantu Pak Jokowi,” katanya.

Baca juga : Waktunya Tidak Tepat, Wajar Demokrat Galak

Ia meyakini isu PKI saat ini digaungkan saat Presiden Jokowi tengah berjibaku menanggulangi dampak Covid-19. Ia menduga, isu ini digunakan untuk membuat kacau masyarakat dengan berujung pemakzulan Presiden.

Terlepas soal isu, Poyuono mengklaim tidak mendapatkan teguran dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto. “Nggak tuh (ditegur Prabowo). Dia sangat kenal dan tahu apa yang sedang saya lakukan,” tutupnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.