Dark/Light Mode

Sabam Sirait: Jadi Orang Pertama Divaksin Bukti Jokowi Mau Lindungi Rakyat

Sabtu, 16 Januari 2021 10:19 WIB
Politisi senior PDIP Sabam Sirait (Foto: Istimewa)
Politisi senior PDIP Sabam Sirait (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak dulu, bahkan sebelum jadi Wali Kota Solo, Jokowi sudah sangat sederhana dan peduli kepada rakyat. Kesederhanaan dan kepedulian Jokowi pun berubah setelah menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan hingga menjadi Presiden.

Demikian disampaikan politisi senior Sabam Sirait, yang merupakan senior Jokowi di PDIP. Deklarator Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1973 itu mengenal Jokowi sejak lama. Bahkan, sekjen pertama dan terlama PDI ini menjadi juru kampanye saat Jokowi maju dalam Pilkada Solo. Sabam juga terlibat aktif dalam pemenangan Jokowi saat maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta dan sebagai Calon Presiden.

Berita Terkait : Gubernur Koster Jadi Yang Pertama Divaksin Covid-19 Di Bali

"Sejak dulu, Jokowi sangat peduli kepada rakyat. Saya juga tahu bahwa dia dan keluarganya merupakan orang yang sederhana," ucap Sabam, terkait dengan langkah Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19.

Senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini mengatakan, langkah ini mencerminkan dan membuktikan bahwa Jokowi merupakan sosok seorang pemimpin yang berani dan mau berkorban untuk rakyatnya. "Saya percaya, apa yang dilakukan Presiden adalah bagian untuk melindungi rakyatnya," kata politisi yang mendapat anugerah Bintang Mahaputera Utama dari Negara ini.

Berita Terkait : Wawali Dedie Orang Pertama Yang Divaksin Di Kota Bogor

Sabam menilai, penyuntikan perdana vaksin Covid-19 yang dilakukan Jokowi juga merupakan jaminan bahwa ia siap berkorban demi rakyatnya. Bagi Sabam, memang seperti itulah seorang pemimpin. Lebih-lebih di tengah persepsi masyarakat yang masih ada keraguan.

"Kesehatan masyarakat harus diutamakan. Selama pandemi, cara menjaga kesehatan masyarakat itu dilakukan dengan cara-cara kampanye yang memang mau melindungi rakyat. Setelah ada vaksin, cara-cara itu dilakukan dengan menjadi orang yang pertama divaksin," jelas Sabam. [USU]