Dark/Light Mode

Muhammadiyah Tetap Netral, Haedar Tak Takut Amien

Selasa, 27 November 2018 05:40 WIB
Muhammadiyah Tetap Netral, Haedar Tak Takut Amien

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memastikan, ormas yang dipimpinnya akan tetap netral di Pilpres nanti. Ancaman jeweran dari Amien Rais tak membuatnya takut.

"Jawaban saya sama. Tidak ada yang berubah dari Muhammadiyah, dan tidak akan pernah berubah. Muhammadiyah berdiri di atas kepribadian dan khittahnya, untuk tetap mengambil jarak dari pergumulan politik praktis," tegas Haedar usai pembukaan Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Bantul, DI Yogyakarta, Senin (26/11).

Baca juga : Jokowi: Pasang Spanduk Sudah Nggak Zaman Lagi

Penuh percaya diri, Haedar menegaskan Muhammadiyah tidak berubah, sejak didirikan KH Ahmad Dahlan sampai sekarang. Jadi itu sudah prinsip," tuturnya.

Bagaimana tanggapan Amien Rais mendengar penegasan Haedar ini? Amien yang ikut hadir di arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah santai saja. "Jadi (tanggapan) soal (jewer) Pak Haedar itu hal yang kecil-kecil, seperti jewer, genderuwo, sontoloyo. Pertanyaan itu mbok (hal) yang gede," ujar Amien menjawab pertanyaan wartawan.

Baca juga : Istri Kepala Daerah Di Sulsel Bisa Gigit Jari Di Pileg 2019

Dalam pembukaan muktamar itu, Amien mengisi sesi siang menjelang sore. Amien sebelumnya tak tampak dalam rombongan pengisi pembukaan pagi, yang dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sebelumnya, Amien mempersoalkan sikap Haedar yang membebaskan warga Muhammadiyah memilih di Pilpres 2019. "Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer," tegas Amien, pekan lalu.

Baca juga : Sandiaga: Mungkin Yang Dimaksud Bukan Saya

Pengamat Politik Universitas Parahyangan Bandung Prof Asep Warlan menilai, sikap Haedar membebaskan kader Muhammadiyah menentukan pilihan sudah tepat. "Semakin baik, jika arahan itu dipondasikan dengan edukasi politik tentang kepemimpinan. Bagus, konsisten," ujar Prof Warlan, kemarin. [BSH/net]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.