Dark/Light Mode

Pengamat : Bakal Muncul Kepemimpinan Ganda Di Demokrat

Selasa, 2 Maret 2021 12:22 WIB
Ilustrasi. Bendera Partai Demokrat. (ist)
Ilustrasi. Bendera Partai Demokrat. (ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik Ninoy Karundeng menilai pemecatan terhadap tujuh kader Partai Demokrat untuk menaikkan elektabilitas dianggap sebagai langkah yang keliru.

Apalagi kata Ninoy, kian gencarnya pemberitaan di media massa cetak, elektronik sampai media sosial.

"Ini justru akan mengakselerasi KLB (Kongres Luar Biasa) Demokrat benar-benar terwujud, saya prediksi minimal akan muncul kepemimpinan ganda di Demokrat,” kata dalam keterangan pers, dikutip Selasa (2/ 3).

Baca juga : Pengamat : AHY Tunjukan Sikap Tegas Dengan Pecat Kader Mbalelo

Menurutnya, kisruh internal yang terdengar semakin meruncing akan membuat partai sulit untuk menaikkan elektabilitas.  

“Berbagai faktor lain ikut mengakselerasi konflik internal Demokrat menjadi konflik keluar partai, karena sudah memainkan kartu playing victim, menggoreng isu kudeta,” jelas Pegiat media sosial ini.

Lebih lanjut dijelaskan Ninoy, pola dan strategi playing victim alias merasa dizalimi, yang dipraktikkan oleh SBY adalah dengan menyalahkan eksternal Demokrat.

Baca juga : Pengamat : Pemecatan Kader Demokrat Demi Jaga Marwah Partai

Padahal, isu adanya KLB disebabkan soal kepemimpinan di dalam partai.

“AHY dan SBY di Demokrat tidak memiliki elan vital sama sekali. Sehingga sejak dikuasai oleh Dinasti Cikeas, Demokrat tidak memiliki raison d’etre sebagai partai,” papar Ninoy.

Ninoy mencontohkan, meskipun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikuasai oleh trah Soekarno, namun sosok Bung Karno melekat sebagai bagian dari pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itulah yang membuat PDIP tetap menjadi partai besar pasca reformasi.

Baca juga : Tips Membangun Kemandirian Belajar Remaja

Sementara Demokrat dengan AHY dan pentolan partai termasuk SBY, tidak mampu menarik dukungan publik. 

"Terlebih lagi kabar pemecatan tujuh kader dan tokoh Demokrat bakal membuat partai kesulitan untuk naik," tutup Ninoy. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.