Dark/Light Mode

Bantu Korban NTT Dan NTB, Fraksi PKS Potong Gaji Anggota Dewan Pusat Hingga Daerah

Kamis, 8 April 2021 19:23 WIB
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyerahkan bantuan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. (Foto Fraksi PKS)
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyerahkan bantuan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. (Foto Fraksi PKS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara simbolis menyerahkan bantuan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, di ruang Meeting 1 lantai 3, Gedung Nusantara 1, Kamis, (8/4/2021).

Hadir dalam acara perwakilan masyarakat NTT didampingi Pengurus Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Bali dan Nusa Tenggara yang disambut Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, Sekretaris Fraksi Ledia Hanifa Amalia, Anggota Fraksi PKS yang juga Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Sahrul Aidi Maazat, dan Alifudin.

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, dalam sambutannya mengucapkan duka mendalam bagi para korban bencana banjir di NTT dan NTB.

“Kami merasa prihatin dan duka mendalam atas bencana di NTT dan NTB yang menelan korban. Mudah-mudahan yang meninggal, Allah terima segala amal baiknya dan yang mengalami luka-luka, Allah berikan kesembuhan,” ungkap Anggota Komisi I DPR ini dilansir http://fraksi.pks.id.

Baca Juga : Truk ODOL Dilarang, Industri Sawit Gigit Jari

Sebagai bentuk keprihatinan dan duka banjir bandang NTT, imbuh Jazuli, Fraksi PKS mengambil kebijakan untuk memotong gaji anggota dewan dari pusat hingga daerah.

“Sebagai seorang muslim kita wajib membantu saudara kita yang tertimpa musibah di NTB dan NTT. Kita bantu secara serius, walau besarnya tidak seberapa, tapi ini secara riil kami lakukan untuk membantu korban bencana,” tegas Anggota DPR dari Dapil Banten II ini.

Jazuli menambahkan, pihaknya berharap kepada pemerintah agar bisa dengan baik dalam menangani bencana ini. Jangan ada yang mengambil kesempatan dalam kondisi bencana ini.

“Membantu saudara kita sebangsa dan setanah air tidak boleh melihat sukunya apa, bangsanya apa atau agamanya apa. Akan tetapi semua wajib kita bantu. Bingkainya adalah negara kesatuan republik Indonesia,” terang Jazuli.

Baca Juga : Agro Solution Pupuk Indonesia Diganjar Penghargaan Inovasi Terbaik

Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis, 1 April 2021, curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras terjadi di Kabupaten Bima, NTB.

Hujan deras kemudian memicu terjadinya banjir di 29 desa di empat kecamatan yaitu kecamatan yaitu Madapangga (6 desa), Bolo (8 desa), Woha Desa Naru (8 desa), dan Monta (7 desa).

Pada Minggu dini hari, 4 April 2021, giliran Kabupaten Flores Timur, NTT, yang diterjang banjir bandang.

Berdasarkan datan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban jiwa di Bima, NTB, dua orang. Sedangkan total korban jiwa di beberapa kabupaten dan kota NTT berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1.

Baca Juga : Luminor Hotel Kota Siapkan Paket Berbuka Puasa Sambil Berdonasi

Sedangkan hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6. Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154. [MEL]