Dark/Light Mode

Mukernas PKB Digoyang KLB, Pengamat: Muhaimin Masih Powerful

Kamis, 8 April 2021 23:16 WIB
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kini beken dengan julukan Gus AMI. (Foto: Ist)
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kini beken dengan julukan Gus AMI. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo memprediksi, usulan Kongres Luar Biasa (KLB) yang muncul bersamaan dengan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hanya riak kecil.

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kini beken dengan julukan Gus AMI masih amat powerful.

"Cak Imin masih sangat kuat. Sehingga saya membacanya ini riak kecil yang akan selesai dengan sendirinya," kata Karyono dalam perbincangan dengan RM.id, Kamis (8/4).

Karyono menerangkan, dalam partai berbasis massa Nahdliyin ini, hampir tidak ada faksi lain yang menantang Gus AMI. Khususnya di DPP, semua kadernya nurut dengan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini. Artinya, kemungkinan besar riak kecil ini akan menjadi gelombang tsunami politik di partai berbasis massa kaum sarungan ini, amatlah mustahil.

"Hampir seluruh pejabat struktural di DPP, orangnya Cak Imin. Agak susah membayangkan Cak Imin bisa digoyang," kata dia.

Berita Terkait : Buka Mukernas PKB, Ini Harapkan Jokowi Untuk Cak Imin Cs

Praktis, lanjut Karyono, riak-riak kecil perlawanan dan kekecewaan terhadap orang nomor satu di partai berlambang bola dunia dan bintang sembilan ini, hanya datang dari pengurus DPC yang kecewa terhadap hasil Musyawarah Cabang (Muscab) Maret lalu.

"Perlawanan hanya dari DPC yang kecewa saja. DPW hingga pusat, masih orang-orangnya Cak Imin. Sekali lagi agak susah ada badai besar di partai ini," kata dia.

Ditambahkan Karyono, ia menilai ada gelagat Gus AMI akan membuat PKB seperti PDI Perjuangan. Maksudnya, partai dengan demokrasi terpimpin dengan ketua umum tunggal dalam waktu yang lama.

Akan tetapi, dia mengingatkan, Gus AMI tak sekuat ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Karenanya, Karyono menilai, gejolak dapat membesar jika ada intervensi kekuatan besar dari eksternal partai. Misalnya kelompok yang kecewa karena disingkirkan dulu, seperti kelompok Gusdurian, yang kini memegang jabatan penting, atau yang punya pengaruh besar, mengajak serta pengurus struktural untuk membesarkan isu ini. "Semua kemungkinan bisa terjadi," pungkasnya.

Berawal Dari Muscab

Berita Terkait : Gus AMI: Pertanian Kunci Pengentasan Kemiskinan

Isu KLB muncul kembali dari Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsyari alias Jimmy. Kata dia, sejumlah kader PKB  ingin KLB digelar. Ia menuding banyak pelanggaran anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai yang selama ini dilanggar. Salah satunya, adalah terkait penunjukan DPC. Meski dalam Muktamar diatur DPC ditunjuk oleh DPP, namun penjaringan namanya tetap dilakukan oleh DPW.

Tetapi yang terjadi, kata dia, DPP asal tunjuk sesuai keinginan mereka. Selain itu, ia menuding mekanisme musyawarah wilayah (Muswil) dan musyawarah cabang (Muscab) kerap tidak dijalankan. Juga soal Dewan Syuro yang tidak dilibatkan penandatanganan kebijakan penting partai, seperti SK dan yang lainnya.

Karenanya, KLB didorong dilakukan agar Gus AMI lebih memahami masalah tersebut. "Temen-temen DPC PKB yang dirugikan nunggu momentum dan komando para Masayikh dan Ulama sepuh aja," kata Jimmy dalam wawancara dengan Tempo.

Berdasarkan catatan RM.id, gejolak di partai ini bermula saat Muscab serentak Maret lalu. Hampir semua pengurus terpilih yang digelar saat Muscab yang digelar serentak di wilayah Jawa Tengah (Jateng), Jatim, Jogja dan Lampung, dan wilayah lainnya ditunjuk dari DPP. Bukan pilihan kader akar rumput.

Bahkan, Muscab PKB Banyumas pada Sabtu (6/3) sempat kisruh. Sebuah video beredar viral di media sosial memperlihatkan sejumlah anggota Muscab PKB Banyumas marah-marah tidak setuju. Bahkan ada yang menggebrak meja. Tak hanya gebrak meja, beberapa peserta mencopot seragam dan minggat dari lokasi sidang.

Berita Terkait : Gus AMI Dorong Implementasi UU Pesantren Lewat Perda

Agenda Muscab PKB di Solo lebih panas. Panasnya agenda tersebut bermula dari pergantian Ketua PKB Solo dari Muhamad Rofik yang secara mengejutkan digantikan Muhammad Birawan. Keputusan tersebut membuat belasan pengurus anak cabang memilih walk-out dan keluar dari ruangan Muscab.

"Jangan ada intervensi dari DPP. Untuk itu, kami menolak SK DPP PKB tentang Keputusan DPC PKB Solo Masa Bakti 2021-2026. Mereka seharusnya mendengar dan melihat apa yang terjadi di bawah. Namun DPP PKB tidak ada komunikasi tahu-tahu turun paket seperti itu," kata Ketua Dewan Syuro PKB Pasar Kliwon, Muhammad Iskandar.

Ancaman tegas pun telah dikeluarkan jika keputusan pergantian Ketua DPC PKB Solo tak dibatalkan. Para pimpinan Anak Cabang (PAC) Solo akan mengambil sikap berhenti total atau maukuf dari kepengurusan PKB. Aksi maukuf tersebut juga termasuk kegiatan Pilkada Jawa Tengah (Jateng) maupun Pileg dan Pilpres mendatang. Sikap tersebut tidak hanya akan dilakukan jajaran pengurus PAC PKB Solo, tapi jajaran ranting di bawahnya. "Istilahnya tidak jadi pengurus, tidak ikut kegiatan politik di PKB," tegasnya.

Saat itu, Ketua DPP PKB Faisol Rizal memaklumi kekecewaan dari pengurus DPC maupun PAC PKB di Kota Solo berkait pergantian itu.

"Ini dinamika dalam politik dan ada peraturan pertai yang berubah. Makanya kita sosialisasikan keputusan dari DPP. Sudah final Muhammad Birawan, Ketua DPC PKB Solo," kata Faisol yang menyebut, keputusan DPP PKB terkait pengisi posisi Ketua DPC PKB Solo sudah final. [FAQ]