Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) tidak ambil pusing denganramalan peluang mendapatkan jatah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bila terjadi perombakan kabinet.
“He..He..He.. Au ah gelap,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dikatakannya, PAN saat ini tengah sibuk merapihkan struktur kepengurusan, membantu masyarakat melawan pandemi Covid-19, sampai memantau kader partai membantu korban yang terkendala musibah bencana alam.
Baca juga : Banjir Bekasi, Menteri PUPR Siapkan Langkah Ini...
Seperti diketahui, DPR telah menyetujui peleburan dua kementerian baru usulan pemerintah. Yaitu, penggabungan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek). Selain itu, pemerintah mengusulkan pembentukan Kementerian Investasi.
Dengan kondisi itu, ada pos kosong di dua kementerian ini. PAN selaku partai yang mengklaim sebagai mitra kritis pemerintah diprediksi bakal mendapatkan posisi ini ketika terjadi perombakan kabinet jilid dua. Prediksi ini disampaikan Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadli Harahab.
“Paling berpeluang dari parpol itu PAN, dan dari profesional bisa Muhammadiyah,” ujar Fadli di Jakarta, kemarin.
Baca juga : DPR Dukung Langkah Menteri BUMN Benahi Manajemen Garuda
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menganalisa, bila Presiden Joko Widodo mengambil skenario politik yang disebutnya pencopotan, maka PAN berpeluang mengisi posisi kosong kabinet ini. Tapi, kalau yang dipilih opsi pergeseran posisi, PAN tidak kebagian.
Bila yang dipilih opsi pergeseran posisi, bisa jadi tidak ada pergantian menteri. Menristekdikti Bambang Brojonegoro bisa saja mengisi posisi Menteri Investasi, dan Nadiem Makariem menjabat Mendikbud sekaligus Ristekdikti.
Vokalis PAN di DPR, Saleh Partaonan Daulay justru mengkritisi langkah pemerintah menggabungkan kembali Kemristek dengan Kemendikbud. Menurutnya, dua kementerian ini memang dulunya satu dan dipisah atas nama efektivitas.
Baca juga : Jelang Imlek, Gus Menteri Nostalgia Berburu Angpao Bareng Santri
“Sebab dulu Kemenristek adanya di Kemendikbud. Tapi pada periode belakangan ini dijadikan sebagai kementerian berdiri sendiri dan sekarang dikembalikan ke Kemendikbud,” ujar Saleh di Jakarta, kemarin.
Ketua Fraksi PAN di DPR itu khawatir, kebijakan itu akan membuat masyarakat heran. Pasalnya, Kemenristek belum terlihat hasil kinerjanya, terutama di bidang inovasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia menilai, kalau Kemendikbud dan Kemenristek digabung, tidak efektif. Karena akan membuat dari sisi anggaran semakin kecil. “Tentu, ini akan menimbulkan persoalan tersendiri,” katanya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya