Dark/Light Mode

Usulan Prananda Gantikan Megawati Soekarnoputri

Dinamika PDIP Kelihatan,Tapi Masih Terkendali Kok

Rabu, 14 April 2021 06:54 WIB
politisi PDIP, Hendrawan Supratikno, (Foto: Net)
politisi PDIP, Hendrawan Supratikno, (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) dipastikan tetap solid dan sama sekali tidak terpengaruh dengan munculnya usulan pengusungan Prananda Prabowo sebagai pengganti Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum

Sejauh ini, PDIP dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada kubu-kubuan menyusul isu pengganti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Terlebih, Kongres PDIP masih empat tahun lagi. “Ibu Megawati yang akan memutuskan,” ujar politisi PDIP, Hendrawan Supratikno, di Jakarta, kemarin.

Anggota Komisi XI ini menjelaskan, aturan main soal kepemimpinan di partainya sudah jelas. Tertuang di Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) PDIP, bahwa ketua umum berikutnya diputuskan ketua umum sebelumnya, yakni Megawati Soekarnoputri.

Terkait usulan pengusungan putra Mega, yaitu Prananda Prabowo sebagai Ketum PDIP berikutnya oleh Ketua DPC PDIP Solo, FX Rudyatmo, dipastikan Hendrawan tidak akan membuat partainya terpecah.

Berita Terkait : Puan Gantikan Megawati Mulai Ada Perlawanan

Baginya, baik Puan Maharani maupun Prananda, dua putra-putri Megawati, bekerja dengan baik di bidangnya, dalam membangun partai. Puan, disebutnya bergerak di hilir, dalam hal ini di Fraksi DPR, eksekutif, hingga antar lembaga.

Sedangkan Prananda bergerak di hulu, seperti memastikan konsolidasi partai, hingga penempatan kader di badan atau sayap partai. Keduanya dipastikan sinergi membangun partai. Sementara Megawati, dianalogikannya sebagai arsitek untuk memperkokoh integrasi internal. “Jadi yang dibangun adalah sinergi hulu-hilir. Ketum membangun arsitektur kewenangan ini untuk memperkokoh integrasi internal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Rudy Hadyatmo memberikan pernyataan, dengan memberikan dukungan kepada Prananda untuk menjadi ketua umum pada Munas 2024 mendatang. “Kalau Ibu Mega memang sudah betul-betul menyerahkan kepemimpinan ini kepada kader yang lainnya, menurut saya yang layak ya Mas Prananda itu,” ujar Rudy di Solo, Sabtu (10/4).

Mantan Walikota Solo ini menilai, Prananda layak memimpin partai dibanding keluarga Seokarno lain. Baginya, Prananda seorang pemikir yang tidak memiliki banyak kepentingan.

Berita Terkait : Soal Capres, Nasib Ganjar Di Tangan Mega

Perlu diketahui, Megawati kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDIP periode 2019-2024. Terkait rencana Megawati yang akan lengser, besar kemungkinan akan tetap jatuh ke tangan keluarga Soekarno.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menganalisa, hingga saat ini, ada banyak faksi di PDIP. Namun semuanya diam. Nah, pernyataan FX Rudy memunculkan nama Prananda adalah indikator adanya faksi di internal PDIP. “Karena Mega masih dianggap sebagai sosok pemersatu di PDIP, jadi semuanya diam,” ujar Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta ini menyarankan, PDIP harus memiliki tokoh sekaliber Mega untuk diposisikan sebagai Ketum PDIP. Jika tidak, partai ini kemungkinan akan pecah. Soal siapanya, memang tidak akan jauh dari trah Soekarno. “FX Rudi mungkin memunculkan nama Prananda, karena dianggap lebih bisa diterima kader internal PDIP,” katanya.

Menurutnya, munculnya usulan pengusungan Prananda sebagai Ketua Umum PDIP itu menjadi indikator, adanya dinamika di internal partai berlogo Banteng itu. Ujang memprediksi, semuanya masih bisa dikendalikan hingga tiba masa Kongres PDIP di 2024 mendatang.

Baca Juga : Hari Ini, Polda Metro Gelar SIM Keliling Di 5 Lokasi

“Kongres PDIP masih lama, akan dilaksanakan di 2024. Namun getarannya sudah terasa saat ini. Dinamikanya sudah muncul sekarang,” pungkasnya. [BSH]