Dark/Light Mode

AHY Ajak Anak Muda Siap Hadapi Tantangan Demokrasi

Sabtu, 17 April 2021 20:12 WIB
Ketum Partai Demokrar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara pada webinar virtual School of Parliament 2021 yang diselenggarakan MPK SMA Labschool Jakarta, Jumat (16/4) sore. (Foto: Istimewa)
Ketum Partai Demokrar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara pada webinar virtual School of Parliament 2021 yang diselenggarakan MPK SMA Labschool Jakarta, Jumat (16/4) sore. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Tantangan ketiga adalah menurunnya kebebasan sipil. Melansir data dari lembaga The Economist Intelligence Unit, Ketum AHY menyatakan bahwa skor indeks demokrasi di Indonesia telah menurun secara signifikan.

Hal tersebut dijelaskan melalui sejumlah indikator yang mendasari demokrasi itu sehat atau tidak, contohnya nilai dari proses pemilu dan pluralisme, fungsi dan kinerja pemerintah, partisipasi politik, budaya politik serta kebebasan sipil.

“Secara umum terjadi penurunan demokrasi di Indonesia, itu lah yang akhirnya Indonesia dianggap berada di angka terendah dalam 14 tahun terakhir dari aspek demokrasi,” ucapnya

Berita Terkait : AHY Siap Hadapi Gugatan PTUN Kubu Moeldoko

Ia melanjutkan, ironisnya tingkat demokrasi Indonesia berada di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Timor Leste. Di saat Indonesia harusnya menjadi contoh bagi negara demokrasi lainnya, paling tidak Asia Tenggara.

“Namun apa yang terjadi di Indonesia menunjukkan adanya penurunan demokrasi, praktik-praktik tertentu telah melukai perasaan masyarakat kita terutama dalam mengekspresikan dirinya. Banyak yang merasa takut, merasa dibungkam bersuara, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Melihat tantangan yang ada, ia berharap anak muda mempersiapkan diri sejak dini. Hal ini dilakukan dengan membangun kapasitas intelektual dan kepemimpinannya melalui segala medium edukasi yang ada.

Berita Terkait : Sarankan Moeldoko Bikin Partai Baru, AHY: Jangan Mau Enaknya Aja...

“Saya sejak SMP dan SMA selalu aktif berorganisasi. Saya tidak pernah lepas dari kegiatan yang membutuhkan teamwork dan leadership di lapangan,” cerita AHY.

Ia kembali mengingatkan bahwa anak muda lah yang nantinya menentukan masa depan Indonesia, dengan itu dibutuhkan sumber daya yang unggul dan kondisi politik yang kondusif untuk mempersiapkan generasi bangsa.

Membawa semangat ini, Ketum AHY menutup sesi webinar ini dengan memberikan pesan, apa saja yang perlu disiapkan dan diwujudkan oleh anak muda yang ingin terjun dalam dunia politik. Pertama adalah menyeimbangkan antara pragmatisme dan idealisme perjuangan.

Berita Terkait : AHY: Harusnya Pihak KLB yang Minta Maaf Kepada Presiden Jokowi

Kedua, ia mengimbau anak muda harus berani bersuara dan tetap bertanggung jawab untuk demokrasi yang sehat. Ketiga, melakukan aksi nyata dan cepat tanggap dalam merespons tantangan. Keempat, bersikap transparan dan siap melawan hoax, fake news dan hate speech. Kelima, memperkuat sinergi dan kolaborasi sejak dini.

“Kalau tidak sekarang, kapan? Kalau bukan anda, siapa? Berpikirlah secara luas (Think Big), lakukan aksi nyata dan kecil (Do Small), dan lakukan sekarang (Do Now),” pesan AHY menutup webinar ini.

Turut menghadiri kegiatan virtual ini diantaranya, Kepala Badan Pengurus Sekolah Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Sofyan, Kepala SMA Labschool Jakarta Suparno, para jajaran guru-guru SMA Labschool Jakarta, dan jajaran Pengurus MPK Labschool Jakarta. [SAR]