Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan agar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makariem punya seorang wakil menteri (wamen), untuk membantu meringankan tugasnya. Kalau diminta, PKB bahkan siap mengirimkan kader terbaiknya.
“PKB tentu siap selalu bila diminta,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB, Daniel Johan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Vokalis PKB di Senayan ini mengatakan, posisi wamen cukup penting untuk membantu Nadiem dalam memimpin lembaga gabungan dua kementerian, yakni Kemendikbud dan Kemenristek ini. Namun, sebagai pengusul posisi wamen, PKB enggan menyodorkan siapa nama calonnya, karena itu merupakan hak preogratif Presiden Joko Widodo.
Baca juga : Kemendikbudristek Ucapkan Selamat Atas Pengukuhan Guru Besar Megawati Soekarnoputri
Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menyebutkan, sebagai salah satu partai koalisi dalam pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, PKB tentunya menginginkan pemerintahan yang efektif untuk memulihkan kehidupan bangsa yang saat ini dilanda pandemi Covid-19. Termasuk, usulan posisi Wamen Kemendikbudristek.
Menurutnya, posisi itu sangat penting demi mendongkrak kualitas pendidikan bangsa yang kena dampak pandemi Covid-19. Apalagi, bulan depan akan dimulai mekanisme pendidikan tatap muka setelah sebelumnya belajar jarak jauh. “Perlu dibantu wamen, karena tugas Kemendikbudristek terlalu besar dan luas,” ucapnya.
Daniel berharap, bila nantinya posisi Wamendikbudristek itu tersedia, sebaiknya diberikan kepada tokoh yang paham terhadap dunia pendidikan dan berani melakukan beragam terobosan. Minimal, paham strategi pendidikan dan budaya. “Nasib pendidikan sangat penting untuk masa depan Indonesia, sehingga harus tertangani dengan baik dan penuh terobosan mencerdaskan,” tutupnya.
Baca juga : Penyidik Gedung Bundar Sita Lapangan Golf Di Belitung
Sebelumnya, Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim menyoroti beratnya tugas yang diemban Nadiem Makariem memimpin dua kementerian yang dilebur menjadi satu, yaitu Kemendikbudristek.
Menurutnya, beban berat ini bisa dibagi bersama denganpengangkatan posisi wakil menteri. Tujuannya, demi peningkatan kualitas pendidikan. “Dalam kondisi pandemi ini, jika sungguh-sungguh berniat menyelamatkan pendidikan anak-anak Indonesia, adalah pekerjaan yang sangat berat,” ujar Luqman di Jakarta.
Dia menyebut, saat ini kualitas pendidikan perlu didongkrak akibat pandemi yang mewajibkan seluruh anak didik melakukan sistem pembelajaran jarak jauh. Setelah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda, faktanya, pelaksanaan kegiatan pendidikan jauh dari kualitas yang diharapkan. “Bangsa ini terancam mengalami keterputusan generasi terdidik. Ini bahaya untuk masa depan bangsa kita,” ujarnya.
Baca juga : Sambil Sosialisasi Empat Pilar, BP Jamsostek Beri Santunan Kematian
Namun, Luqman menegaskan, siapa orang yang layak mendampingi Nadiem sebagai wakilnya, merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya