Dark/Light Mode

Hadir Saat Pemilu Doang

Parpol Dianggap Gagal Bikin Rakyat Jatuh Cinta

Minggu, 22 Agustus 2021 07:05 WIB
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PAN, Viva Yoga Mauladi. (Foto: Dok. DPR RI)
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PAN, Viva Yoga Mauladi. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) menyadari, keterikatan pemilih dengan partai politik (parpol) masih sangat rendah.Hal itu bisa diketahui dari minimnya jumlah pemilih ideologis atau militannya.

Hal ini merupakan tanggapan dari hasil survei dari Spektrum Politika Institute (SPI) mengenai tingkat kesukaan dan kedekatan masyarakat (Party ID) ke partai politik yang masih rendah, yaitu di angka 33,2 persen. Sedangkan yang belum suka dan dekat denganpartai politik di 59,4 persen.

Berita Terkait : MNC Studios Gaet Perusahaan Singapura Bikin Lomba Game Online Free Fire

“Meski di survei SPI nilai elektabilitas PDIP juara, tetapi angka party ID 33,2 persen terdistribusi ke semua parpol,” ungkap Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PAN, Viva Yoga Mauladi dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dengan kata lain, “ikatan cinta” pemilih dan partai masih rendah. Semua parpol pasti terus berjuang agar pemilih ideologisnya membesar untuk dijadikan basis sosial atau konstituen militan. Semakin besar basis konstituen militan maka semakin besar angka party ID suatu partai politik. “Ini untuk memastikan perolehan suara di setiap pemilu,” ucapnya.

Berita Terkait : Ganjar Dan Anies Dianggap Paling Wakili Suara Rakyat

Setiap partai politik akan berjuang memperbesar basis konstituennya melalui program atau kegiatan secara berkelanjutan. Membangun basis konstituen tidak mudah. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, rutin, fokus, ulet, dengan mengerahkan sumber daya partai yang tak kecil, mulai logistik, kader, organisasi dan manajemen.

Lebih lanjut Viva menerangkan, masih ada jarak dan sekat antara partai politik dengan rakyat. Karena program pembinaan, komunikasi, dan kehadiran parpol belum dirasakan secara signifikan oleh rakyat. “Hadir di saat menjelang pemilu, lima tahunan saja,” katanya.
 Selanjutnya