Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wacana Perpanjangan PPKM Darurat Bikin Rupiah Terjun Bebas

Rabu, 14 Juli 2021 09:54 WIB
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berdampak ke rupiah. Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,22 persen ke level Rp 14.495 per dolar AS di dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.463 per dolar AS.

Rupiah juga ditemani mayoritas mata uang Asia yang turut melemah. Won Korea Selatan turun 0,44 persen, peso Filipina minus 0,26 persen, ringgit Malaysia minus 0,2 persen, dan yuan China turun 0,11 persen, baht Thailand terperosok 0,09 persen, dolar Singapura turun 0,06 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen.

Berita Terkait : Pengusaha Jantungan

Indeks dolar AS yang mengukur terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, turun ke level 92,74. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro turun 0,19 persen ke level Rp 17.064, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,21 persen ke level Rp 20.024, dan terhadap dolar Australia juga melemah 0,42 persen ke level Rp 10.814.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah kemungkinan melemah pada hari ini karena tertekan penguatan dolar AS. Selain itu, rupiah juga mendapat sentimen negatif dari dalam negeri dengan munculnya skenario PPKM Darurat yang diperpanjang. 

Berita Terkait : Sri Mul Terpaksa Harus Potong Sana, Potong Sini

“Skenario ini muncul karena kasus baru Covid-19 terus meningkat. Faktor dalam negeri, yaitu kenaikan kasus baru harian Covid-19 yang terus memecahkan rekor juga menjadi tekanan untuk rupiah,” ucap Ariston, Rabu (14/7).

Sementara dari luar negeri, Mata uang negeri Paman Sam bakal menguat karena ada sentimen positif dari data inflasi AS sebesar 5,4 persen atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar 4,9 persen dan The Fed 2 persen.

Berita Terkait : Peran Pupuk Melawan Rezim Impor Beras

"Ini membuka peluang bank sentral AS untuk mempertimbangkan kembali pengetatan moneter yang lebih cepat, sehingga mendorong penguatan dolar AS," ujarnya.

Proyeksinya, rupiah akan melemah di kisaran Rp 14.450 sampai Rp 14.550 per dolar AS sepanjang hari ini. [DWI]