Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sektor Swasta Non Esensial Tolong Patuhi Aturan PPKM Darurat, Please Jangan Paksain Karyawan Ngantor

Selasa, 6 Juli 2021 22:36 WIB
Jubir Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito (Foto: Istimewa)
Jubir Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta seluruh lapisan masyarakat, agar mematuhi aturan PPKM Darurat. Agar upaya menurunkan laju Covid-19 tidak sia-sia.

Terlebih lagi, bagi masyarakat yang masih harus memenuhi tuntutan pekerjaan. Sektor swasta non-esensial diharapkan dapat mempekerjakan pegawainya dengan sistem work from home (WFH), untuk mengurangi mobilitas demi menekan laju penularan Covid-19.

"Dimohon juga bagi sektor swasta non-esensial untuk mematuhi peraturan, dan tidak memaksakan pegawainya untuk bekerja dari kantor," kata Wiku dalam keterangan pers harian PPKM Darurat secara daring yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7).

Berita Terkait : Tak Terima Kena Penyekatan PPKM Darurat, Petugas Tilang Pengendara Motor

Pelaksanaan PPKM Darurat juga membutuhkan peran aktif Pemerintah Daerah dalam menegakkan peraturan. Sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.15 Tahun 2021.

Di sisi lain, pemerintah terus memastikan kebutuhan pasien COVID-19 tersedia di berbagai daerah. Baik untuk pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, maupun yang sedang menjalani isolasi mandiri.

"Oleh karena itu, saya meminta masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan obat-obatan ini," lanjut Wiku.

Berita Terkait : Ketua DPD RI Minta Masyarakat Patuhi Aturan PPKM Darurat

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berupaya memastikan pasien positif Covid-19 dapat mudah mengakses layanan kesehatan. Seperti melakukan kerjasama dengan 11 platform telemedicine, untuk menyediakan layanan konsultasi dan obat gratis bagi pasien positif Covid-19 yang isolasi mandiri.

11 platform telemedicine juga sudah terintegrasi dengan laboratorium tes PCR, sehingga pasien bisa melakukan tes PCR melalui platform tersebut.

"Untuk tahap awal, fasilitas layanan ini akan tersedia untuk wilayah Jakarta," pungkas Wiku. [HES]