Dark/Light Mode

Curiga Ada Yang Mau Pecah Belah PDIP

Hasto Nunjuk Siapa

Kamis, 28 Oktober 2021 08:58 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Dok. PDIP)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Dok. PDIP)

 Sebelumnya 
Selain itu, Hasto juga memantau ada pihak yang mengangkat kampanye negatif dan fitnah terhadap PDIP. Dia melihat, hal itu sebagai upaya untuk menurunkan elektoral PDIP. "Ada berbagai bentuk untuk men-downgrade hanya karena elektoral PDI Perjuangan setiap survei itu selalu tertinggi. Padahal itu kan adalah hasil, melalui sesuatu kerja organisasi, termasuk melalui kerja Baguna," ujar politisi berusia 55 tahun itu.

Pihak itu, nilai Hasto, ikut menyerang Presiden Jokowi dalam mengatasi pandemi Covid-19. Juga Megawati melalui isu Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sampai menutup omongannya, Hasto tak menyebut sekalipun siapa yang dicurigainya mau memecah belah PDIP.

Siapa pihak yang ditunjuk Hasto? Ketua DPP PDIP, Nusyirwan Soejono, juga enggan membocorkan. Saat dikontak Rakyat Merdeka, dia menyarankan untuk menanyakan hal itu langsung ke Hasto. "Pak Sekjen dihubungi saja," kata Nusyirwan, kemarin. 

Baca juga : I Made Absen Tiga Bulan, Teja Jadi Andalan

Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno bersikap sama. Dia menyarankan agar langsung mengklarifikasi ke Hasto.

Saat ditanya lebih lanjut, Hendrawan menegaskan, kader PDIP harus memahami AD/ART partai yang terbentuk di Kongres 2019. Kader PDIP harus teguh memegang konstitusi partai itu. Tidak boleh terbawa arus yang terjadi.

"Harus menjaga diri, tak boleh larut dalam tarikan industri politik. Nah, ilmu tahu diri ini sangat penting untuk menavigasi orientasi dan opsi politik ke depan. Jika kader kehilangan kontrol diri, maka partai mudah ditarik ke kiri, ke kanan, dan semua bersuara sesuai kepentingan pihak lain," ucapnya.

Baca juga : Pria Asal Jepang Ngaku Tidur Setengah Jam Tiap Malam

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menduga yang dimaksud Hasto adalah kelompok yang ngebet mencalonkan Ganjar. Jika dugaan itu benar, kata Ujang, Hasto tinggal menyelesaikannya secara internal.

"Itu kan urusan internal. Jika ada yang ingin memecah belah PDIP di internal, kan tinggal cari dan pecat," ucapnya.

Apabila pihak yang ingin memecah belah PDIP itu datang dari eksternal, Ujang meminta Hasto menyebut nama saja. Sehingga tidak seperti drama dan menuduh tanpa bukti. "Jika pun benar ada yang ingin memecah PDIP, kan tinggal perkuat barisan saja," jelas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.