Dark/Light Mode

Curiga Ada Yang Mau Pecah Belah PDIP

Hasto Nunjuk Siapa

Kamis, 28 Oktober 2021 08:58 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Dok. PDIP)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Dok. PDIP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepekan terakhir ini, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto banyak ngoceh. Setelah saling sindir dengan Partai Demokrat soal perbandingan kinerja Jokowi dengan SBY, kemarin, Hasto mengungkapkan kecurigaannya ada yang mau memecah belah PDIP. Hasto nunjuk siapa ya?

Kecurigaan Hasto ini muncul di tengah panasnya isu calon presiden dan calon wakil presiden dari PDIP di Pilpres 2024. Hasto menyatakan, ada pihak yang ingin merusak tatanan internal Banteng. Caranya, dengan mendesak PDIP segera mengumumkan capresnya untuk Pilpres 2024.

Baca juga : I Made Absen Tiga Bulan, Teja Jadi Andalan

Sejauh ini, di PDIP ada dua nama yang disebut-sebut berebut tiket untuk maju di 2024. Yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Ketua DPR, Puan Maharani. Para pundung Ganjar dan Puan terus sikut-sikutan. Ada beberapa di antara mereka juga yang sudah melakukan deklarasi dukungan.

Hasto menegaskan, pihak tersebut dinilai tidak memiliki etika dan melangkahi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang punya wewenang menentukan capres dari PDIP. 

Baca juga : Pria Asal Jepang Ngaku Tidur Setengah Jam Tiap Malam

"Sepertinya ada yang ingin membelah partai, tidak sabar berkaitan dengan capres-cawapres," kata Hasto, saat membuka pelatihan kebencanaan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin.

Sekjen Banteng dua periode itu heran dengan pihak-pihak yang terus mendesak PDIP segera menentukan jagoan untuk 2024. Padahal, Pemilunya belum dimulai. Bahkan, KPU belum menentukan tanggal pencoblosan.

Baca juga : Yuni Shara, Anak Larang Punya Pacar Berondong

Dia lalu mengibaratkan kondisi itu seperti pemain sepak bola yang kebelet bikin gol padahal pertandingan belum dimulai. “Wasitnya saja, KPU, belum menyusun tahapan pemilu, eh, sudah ada yang mendorong dimasukkan ke gawang," ujarnya, memberikan tamsil.

Urusan capres, Hasto mengingatkan, jangan terburu-buru atau grusa-grusu. Masih banyak bahasan yang lebih penting dibanding sekadar ngurusin Pilpres. "Seperti, bagaimana rakyat Indonesia menghadapi kemungkinan terjadinya bencana akibat banjir, tanah longsor yang sering terjadi. Kalau terjadi bencana, baru semua heboh menganalisis, bahwa ini akibat proses penggundulan hutan. Tetapi habis bencana selesai, dilupakan," sindirnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.