Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sudah Telanjur Dikenal
Sebaiknya Nama KKIR Nggak Perlu Diubah
Selasa, 15 Agustus 2023 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap, tidak ada perubahan nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), menyusul bergabungnya Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Sebaiknya tidak perlu diubah,” ujar Ketua DPP PKB, Daniel Johan, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Anggota Komisi IV DPR ini bilang, nama KKIR harus dipertahankan karena sudah dikenal masyarakat. Selain itu mengakomodir perjuangan KKIR yang ingin membangkitkan semangat Indonesia Raya. Menurutnya, nama KKIR itu memiliki sejarah panjang dalam proses pencapresan Prabowo Subianto. Diawali kerja sama dua partai, yaitu PKB dan Gerindra sehingga membuat kesepakatan untuk memenangkan Pilpres 2024.
Baca juga : Solid Dukung Ganjar, Milenial Riau Inginkan Indonesia Tangguh Dan Pemilu Damai
Soal komposisi Pilpres 2024, PKB tetap konsisten mengajukan proposal Tunggal di KKIR dengan menyodorkan Ketua Umumnya, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Cawapres 2024. Hal itu, merupakan amanat Muktamar ke-5 di Bali, Tahun 2019. Melalui Muktamar, partai berlogo Bintang Sembilan itu memberikan mandat untuk mengusung Cak Imin sebagai kontestan.
“Kami akan mendengarkan masukan-masukan yang ada, namun keputusan tetap ada pada Cak Imin dan Pak Prabowo sebagai pemegang kunci keputusan,” pungkasnya.
Usai resmi bergabung ke KKIR besutan Gerindra dan PKB bersama Golkar, PAN mengusulkan nama koalisi partai pengusung Prabowo Subianto maju capres 2024 itu diubah menjadi lebih singkat.
Baca juga : Sudah Terdaftar Di Bloomberg, Winmar Jaya Utama Bakal IPO
Belakangan, soal nama koalisi pendukung Capres Prabowo ini sempat disinggung Ketua DPP PAN, Saleh Partonan Daulay. Dia mengusulkan perlunya pergantian nama koalisi yang mewakili keseluruhan anggota koalisi. "Kalau kami, nama koalisi boleh dirumuskan lagi. Nama itu perlu juga dibuat singkat, sederhana, dan mudah diingat masyarakat," ujar Saleh, di Jakarta, kemarin.
Anggota Komisi IX DPR ini memberikan alternatif. Pertama, nama koalisi harus menggabungkan nama koalisi yang sudah ada sebelumnya. Kedua, membuat nama baru yang merepresentasikan partai-partai pendukung dan visi misi capres. "Tetapi, apapun namanya tidak masalah, yang penting bagaimana menggerakkan dan menghidupkan mesin politik untuk pemenangan Prabowo," semangatnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan resmi mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Kedua partai berbarengan menyampaikan ke publik di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/8).
Baca juga : Ganjar Minta Pramuka Sampaikan Pesan Damai Kepada Dunia
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 15/8/2023 dengan judul Sudah Telanjur Dikenal, Sebaiknya Nama KKIR Nggak Perlu Diubah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya