Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Visi Misi Anies-Imin Untuk Pendidikan, Yuk Pelajar, Santri, Guru, Mahasiswa Cek!

Minggu, 3 Desember 2023 20:15 WIB
Capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. (Foto: Ng Wahyu Putu Rama/RM)
Capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. (Foto: Ng Wahyu Putu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Visi misi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar relatif cukup kompleks. Termasuk turunan visi misi yang fokus pada bidang pendidikan.

Betapa tidak? Tebal dokumen visi misi capres-cawapres nomor urut 1 ini jauh melampaui calon lain, yakni 148 halaman. Sementara dua pesaingnya yakni Prabowo-Gibran (88 halaman) dan Ganjar-Mahfud (33 halaman).

Berikut ini ulasan lengkap visi misi Anies-Imin:

Visi:

Indonesia Adil Makmur untuk Semua

Misi:

8 Jalan Perubahan

Misi 1: Memastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok dan Biaya Hidup Murah melalui Kemandirian Pangan, Ketahanan Energi, dan Kedaulatan Air

Misi 2: Mengentaskan Kemiskinan dengan Memperluas Kesempatan Berusaha dan Menciptakan Lapangan Kerja, Mewujudkan Upah Berkeadilan, Menjamin Kemajuan Ekonomi Berbasis Kemandirian dan Pemerataan, serta Mendukung Korporasi Indonesia Berhasil di Negeri Sendiri dan Bertumbuh di Kancah Global

Misi 3: Mewujudkan Keadilan Ekologis Berkelanjutan untuk Generasi Mendatang

Misi 4: Membangun Kota dan Desa Berbasis Kawasan yang Manusiawi, Berkeadilan dan Saling Memajukan

Misi 5: Mewujudkan Manusia Indonesia yang Sehat, Cerdas, Produktif, Berakhlak, serta Berbudaya

Misi 6: Mewujudkan Keluarga Indonesia yang Sejahtera dan Bahagia sebagai Akar Kekuatan Bangsa

Misi 7: Memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara, serta Meningkatkan Peran dan Kepemimpinan Indonesia dalam Kancah Politik Global untuk Mewujudkan Kepentingan Nasional dan Perdamaian Dunia

Misi 8: Memulihkan Kualitas Demokrasi, Menegakkan Hukum dan HAM, Memberantas Korupsi Tanpa Tebang Pilih, serta Menyelenggarakan Pemerintahan yang Berpihak pada Rakyat

Khusus menyoal bidang pendidikan, Anies-Imin mencantumkannya di Misi 5: Mewujudkan Manusia Indonesia yang Sehat, Cerdas, Produktif, Berakhlak, serta Berbudaya.

Berikut ini beberapa turunan dari misi 5 tersebut:

Akses Pendidikan Berkeadilan

‣ Memastikan siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) atau yang sederajat dapat melanjutkan pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat, dengan meningkatkan daya tampung di sekolah negeri maupun melibatkan sekolah swasta;

‣ Mempercepat pelaksanaan Wajib Belajar 1+12 tahun dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat;

‣ Memfasilitasi program Kejar Paket A, Kejar Paket B, Kejar Paket C, dan homeschooling untuk memperluas akses pendidikan bagi semua;

‣ Memperluas akses sekolah untuk anak berkebutuhan khusus;

Baca juga : Ini Visi Misi Ganjar-Mahfud Untuk Pelajar Dan Guru Hingga Santri Dan Kyai

‣ Menekan angka anak putus sekolah dengan menyediakan bantuan pendidikan bagi yang membutuhkan dan menangani faktor-faktor lain yang berkontribusi pada terjadinya putus sekolah;

‣ Melanjutkan pemberian bantuan operasional sekolah berbasis kebutuhan di antaranya untuk memastikan kelayakan sarana prasarana lingkungan belajar termasuk WC, air bersih, sanitasi dan higiene (WASH).

Kualitas Dan Kesejahteraan Guru Beserta Tenaga Kependidikan

‣ Meningkatkan secara signifikan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan dikaitkan dengan kinerja;

‣ Meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan sekolah melalui berbagai pelatihan dan beasiswa pendidikan lanjutan, baik di dalam maupun di luar negeri;

‣ Mengangkat tenaga kependidikan honorer secara meritokratis dengan mempertimbangkan kebutuhan;

‣ Mengurangi beban administrasi guru melalui pemanfaatan teknologi dan pembentukan satu data dan sistem terintegrasi;

‣ Memberikan kepastian jenjang dan jalur karier bagi profesi guru yang transparan, berbasis meritokrasi, dan sesuai minat;

‣ Memastikan ketersediaan guru di kawasan pesisir, kepulauan, dan pedalaman dengan pemberian tunjangan khusus.

Institusi Pendidikan Berbasis Agama

‣ Mendorong revitalisasi fasilitas fisik sekolah madrasah dan sekolah berbasis agama lainnya, baik yang dikelola oleh Kementerian Agama maupun swasta;

‣ Meningkatkan kapasitas, kompetensi dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di Madrasah, Pondok Pesantren, dan lembaga pendidikan berbasis agama, sehingga memenuhi standar kompetensi nasional;

‣ Memberikan kepastian bagi lulusan agar diakui di antaranya untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, dan menggali potensinya;

‣ Membina santri dan lulusan lembaga pendidikan keagamaan khusus seperti Ma’had Ali yang menghasilkan ahli ilmu agama Islam dan juga lembaga sejenis di agama lain untuk meningkatkan pemahaman ilmu agama di masyarakat sekaligus memperkuat kesalehan sosial dan pemahaman agama yang moderat.

Keterjangkauan Biaya Pendidikan Tinggi

‣ Memastikan setiap Perguruan Tinggi Negeri menerapkan biaya operasional yang transparan dan berkeadilan sehingga seluruh masyarakat dapat mengakses pendidikan tinggi;

‣ Menghadirkan kesempatan beasiswa yang setara bagi anak yang memiliki potensi, termasuk yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin;

‣ Memberikan kemudahan akses untuk persiapan proses penerimaan calon mahasiswa ke perguruan tinggi, termasuk yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin;

‣ Memeratakan layanan pendidikan tinggi berkualitas melalui pengayaan program studi yang sudah ada atau pembukaan program studi baru sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan wilayah.

Pendidikan Vokasi Dan Lulusan Berdaya Saing

‣ Mendirikan institusi yang bertanggung jawab dalam pengembangan vokasi untuk memastikan partisipasi dunia industri dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang adaptif dengan kebutuhan dan relevan dengan potensi wilayah;

‣ Memfasilitasi kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) dengan dunia industri dan dunia kerja serta merevitalisasi peran Balai Besar Vokasi sebagai sistem pendukung;

‣ Mendorong dunia industri dan dunia kerja untuk hadir mengajar di SMK/PTV dan memastikan para guru/dosen memperoleh pengakuan dengan mekanisme rekognisi pembelajaran lampau;

Baca juga : Ini Visi Misi Prabowo-Gibran Bidang Pendidikan, Pelajar Dan Guru Perlu Tahu Nih!

‣ Mendorong serapan lulusan SMK/PTV oleh dunia industri dan dunia kerja berbasis insentif;

‣ Memberikan insentif bagi setiap dunia industri dan dunia kerja yang berinvestasi pada SMK/PTV, serta untuk memfasilitasi guru/dosen memperoleh pengalaman industri.

Pendidikan Tinggi Yang Bermutu Dan Relevan

‣ Memprioritaskan alokasi dana riset pada perguruan tinggi agar efektif dan berdayaguna;

‣ Mengembangkan skema dana riset kompetitif bagi para dosen di perguruan tinggi;

‣ Mentransformasi tata kelola perguruan tinggi agar berdaya saing dan berdampak bagi dunia akademis, riset dan masyarakat;

‣ Memfasilitasi kegiatan dan kerja sama akademik di kancah internasional untuk meningkatkan kolaborasi dan persepsi dunia terhadap Perguruan Tinggi Nasional;

‣ Memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan swasta dalam mengembangkan riset dan inovasi yang berkualitas dan implementatif.

Ekosistem Pendidikan Yang Berpusat Kepada Anak

‣ Memperkuat pembelajaran yang fleksibel dan sesuai dengan perkembangan zaman tanpa mengubah kurikulum;

‣ Mendukung komunitas dan organisasi pegiat pendidikan yang berkontribusi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan;

‣ Mendorong anak mencintai ilmu dan sains melalui metode pembelajaran yang partisipatif dan menarik;

 ‣ Memfasilitasi perbaikan kualitas sekolah/ Perguruan Tinggi swasta sebagai bagian dari ekosistem pendidikan;

‣ Menghadirkan ruang literasi berkualitas melalui revitalisasi perpustakaan daerah dan memastikan sekolah memiliki perpustakaan dan bahan bacaan berkualitas;

‣ Menanamkan sikap anti narkoba melalui cara-cara yang inovatif dan kreatif.

Selain visi misi, Anies-Imin juga merancang agenda khusus 28 simpul kesejahteraan. Tiga di antaranya berkaitan dengan pendidikan. 

Siswa dan Mahasiswa: Sekolah Berkualitas, Biaya Terjangkau, dan Tuntas

1. Tidak pusing lagi akibat PPDB Zonasi karena daya tampung sekolah negeri diperbanyak dan sekolah swasta ditingkatkan kualitasnya.

2. Tenang melanjutkan sekolah dengan KIP Plus, akan ada bantuan tambahan untuk jenjang pendidikan berikutnya, diberikan di kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA.

3. Semua bisa kuliah karena biaya kuliah murah dengan KIP Kuliah Plus (perluasan penerima manfaat untuk kelompok menengah, yaitu UMR+10%)

4. Kesempatan beasiswa di dalam negeri dan luar negeri terbuka luas, lewat LPDP, IISMA, dan program lain

5. Program beasiswa dalam negeri dan luar negeri termasuk persiapan bahasa asing

Baca juga : Disebar Untuk Tekan Kasus DBD, Nyamuk Wolbachia Bukan Hasil Rekayasa Genetik

6. Perundungan/bullying dilarang keras di sekolah, ada sanksi berat bagi pelaku dan orang tuanya, ada hotline terintegrasi antara Kemendikbud, Fasilitas Kesehatan dan Kepolisian

7. Kesehatan mental siswa & mahasiswa dijaga, melalui peer counselor, kehadiran konselor di sekolah dan perguruan tinggi

Santri Tauladan, Pesantren Gemilang

1. Kepastian atas kekhasan dan otonomi pesantren

2. Ijazah Pesantren disetarakan dengan sekolah umum, bisa untuk melanjutkan sekolah atau pencarian kerja

3. Fasilitas pesantren akan diperbaiki, dengan dukungan dari pemerintah

4. Guru pesantren akan disejahterakan dengan bantuan dari pemerintah

5. Beasiswa untuk para santri diperbanyak, bisa sekolah di dalam maupun luar negeri

6. Pertukaran pelajar untuk para santri, dengan luar negeri akan digiatkan

7. Pelatihan kewirausahaan akan didorong di pesantren-pesantren, para santri siap menjadi wirausahawan

Anak Indonesia: Sehat, Cerdas, Berprestasi & Bahagia

1. Taman dan tempat bermain bagi anak yang mudah diakses dan gratis diperbanyak

2. Bantuan makanan sehat dan bergizi seimbang untuk anak

3. Pengendalian produk makanan yang membahayakan kesehatan anak

4. Wajib Belajar 1+12 tahun dari PAUD hingga SMA

5. Memastikan materi pembelajaran di sekolah disampaikan dengan cara yang mengasyikkan bagi anak

6. Fasilitas dan kompetisi seni dan olahraga untuk anak diperbanyak agar mereka tumbuh sehat dengan bahagia

7. Anak yatim piatu dan anak terlantar diperhatikan dengan memastikan kesejahteraannya

8. Edukasi untuk orang tua dan calon orang tua tentang psikologi dan pendidikan anak

9. Tempat penitipan anak yang berkualitas dan terjangkau

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.