Dark/Light Mode

Singgung Korupsi BTS, Kaesang: Sinyal Di Ende NTT Nggak Sekenceng Jakarta

Jumat, 29 Desember 2023 13:16 WIB
Ketua Umum Ketum Partai Solidaritas Indonesia PSI Kaesang Pangarep mengunjungi Ende, NTT. (Foto: Ist)
Ketua Umum Ketum Partai Solidaritas Indonesia PSI Kaesang Pangarep mengunjungi Ende, NTT. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyinggung kasus korupsi terhadap proyek menara base transceiver station (BTS) 4G di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyebut akibat proyek tersebut dikorupsi, sinyal di Ende tidak sekencang di pulau Jawa. 

Hal itu disampaikan Kaesang saat memberi sambutan di acara ramah tamah bareng relawan Bara JP di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (28/12/2023).

"Kalo tadi ada yang komen internet lambat, di Ende tidak begitu lambat. Tapi kalo dibandingkan di Jawa, pasti lebih cepat yang dijawa," kata Kaesang di Ende, NTT.

Baca juga : Titip Ke Warga NTT, Kaesang: Bisa Menangkan Gibran Satu Putaran

Meski begitu, Kaesang mengatakan, proyek BTS tetap harus dibangun di kawasan Indonesia timur khususnya Ende, NTT. Ia berharap, dalam pembangunan proyek BTS di Indonesia timur khususnya di Ende tidak akan dikorupsi lagi.

"Semoga setelah ini banyak BTS yang akan dibangun disini. Dan saya berharap tidak di korupsi lagi," ujarnya.

"Korupsi kan banyak yang merugikan masyarakat. Intinya internet jaringannya kurang lancar yang rugikan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Baca juga : Bahlil Singgung Soal Tukin DPMPTSP Yang Nggak Naik-Naik, Jokowi: Ya, Saya Urus

Diketahui, Jokowi mengatakan pemerintah sudah memulai membangun konektivitas, namun sempat tertunda karena adanya kasus korupsi. Meski begitu, dia meminta proyek pembangunan konektivitas tetap berjalan.

"Kita sudah membangun berbagai infrastruktur konektivitas, kita juga bangun tol langit agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses setara digital, termasuk pembangunan BTS, masalahnya ada problem korupsi sehingga berhenti," ujarnya.

"Oleh sebab itu, saat itu saya sampaikan oleh Jaksa Agung, 'Pak masalahnya tolong diselesaikan di wilayah hukum yang korupsi, tapi masalah pembangunan jangan sampai berhenti karena biasanya kalau ada masalah korupsi langsung berhenti proyeknya, kalau nggak mangkrak nggak bisa diteruskan'. Dan saat itu Pak Jaksa Agung, 'Siap, Pak' akan kami dampingi secara administrasi hukum dan prosedur," lanjut Jokowi.

Baca juga : Mangkrak 3 Tahun, Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi Di Kementan Naik Penyelidikan

Dari situlah pembangunan proyek BTS dilanjutkan kembali. Jokowi mengatakan jika tidak dilanjutkan semua pihak akan rugi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :