Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara Kebijakan Luar Negeri
Prabowo Ungkap Politik Tetangga Baik Dan Dorong Perdamaian Antar Negara
Kamis, 4 Januari 2024 15:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Panel Barus menegaskan, bahwa calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto sangat menguasai materi debat capres ketiga yang akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU, di Istora Senayan, pada Minggu, 7 Januari 2024.
"Prabowo sangat menguasai sektor pertahanan dan keamanan, hubungan internasional, juga geopolitik," kata Panel Barus dalam keterangannya, Kamis (4/1/2024).
Panel menilai Prabowo bakal menjadikan politik bebas aktif sebagai fondasi utama gagasan kebijakan politik luar negeri yang ditawarkan. Kebijakan tetangga baik (good neighbor policy) yang berpusat pada prinsip non-intervensi juga akan diterapkan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
"Prabowo-Gibran nantinya tidak akan mengganggu dan ikut campur dalam urusan domestik negara lain. Prabowo-Gibran bakal menjaga posisi Indonesia untuk berada di tengah untuk menjaga stabilitas geopolitik kawasan. Ini penting agar Indonesia tidak terjebak dalam konflik maupun ketegangan negara lain," kata dia.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan penerapan dari prinsip bebas aktif yang selama ini menjadi sikap politik luar negeri bangsa Indonesia
Baca juga : Meriahkan Libur Nataru, Mall Ciputra Jakarta Hadirkan Permainan Hujan Salju
"Smart diplomacy juga akan diterapkan Prabowo-Gibran dalam menghadapi berbagai tantangan geopolitik di masa mendatang," tuturnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto berdedikasi untuk menegakkan sejarah kebijakan luar negeri yang independen dan proaktif. Untuk mewujudkan perdamaian, Indonesia dapat membina hubungan positif dengan setiap negara dengan tidak bergabung dengan aliansi geopolitik mana pun.
Dengan kondisi seperti ini, diharapkan akan tercipta kemitraan yang saling menguntungkan yang dapat mendukung tujuan pertumbuhan ekonomi nasional.
Prabowo Subianto menegaskan, kebijakan politik tetangga baik merupakan landasan dalam membangun hubungan baik antar bangsa. Hal ini merupakan kelanjutan dari sejarah panjang kebijakan luar negeri Indonesia yang terbuka dan proaktif.
Hal ini tidak hanya dikembangkan setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan pada tahun 1945, tetapi juga dipraktikkan jauh lebih awal, ketika negara ini masih berbentuk monarki dan aktif melakukan perdagangan dengan negara lain. Ini adalah semangat kemerdekaan tanpa bergabung dengan blok atau aliansi geopolitik apa pun.
Baca juga : Resmikan 9 Sumber Air Di Sukabumi, Prabowo Tegaskan Ini Pengabdian Untuk Masyarakat
Semua bangsa, baik yang kuat maupun yang kecil, dihormati oleh Indonesia. Selain itu, terdapat ikatan sejarah antara beberapa negara tersebut dengan Indonesia.
Pada masa perjuangan kemerdekaan, misalnya, Amerika membantu membujuk Belanda untuk berunding dan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Tiongkok juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional saat ini.
”Prinsip kebijakan luar negeri saya, seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak. Kita ingin melaksanakan politik tetangga baik, good neighbor policy, karena kita butuh suasana yang damai, suasana yang saling menguntungkan,” ungkap Prabowo Subianto dalam pidato politiknya yang diselenggarakan oleh CSIS di Jakarta pada Senin 31 November 2023.
Prabowo melanjutkan, membina hubungan positif dengan semua negara sangat penting untuk membangun stabilitas dan perdamaian. Hubungan yang saling menguntungkan antar negara, salah satunya untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi nasional, hanya dapat terjalin dalam lingkungan yang mendukung.
“Prioritas utama kita adalah perekonomian, lapangan kerja untuk rakyat, hingga pengentasan kemiskinan,” tandasnya.
Salah satu cara untuk membangun politik tetangga baik dan saling menguntungkan ini adalah dengan memberikan kesempatan kepada negara-negara sahabat untuk berinvestasi di Indonesia.
Menurut Prabowo Subianto, menyoroti posisi Indonesia di kawasan ini semakin bergantung pada kemampuannya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin di ASEAN, misalnya.
Selain politik tetangga baik berfokus pada membina hubungan positif untuk mencapai tujuan perekonomian nasional, Prabowo Subianto menyoroti upaya berkelanjutan Indonesia untuk memajukan perdamaian. Hal ini antara lain dicapai dengan mendorong penyelesaian diplomatik atas perselisihan di Palestina dan Ukraina. Indonesia terus mendukung kemerdekaan Palestina, khususnya yang berkaitan dengan bangsa tersebut.
Prabowo Subianto juga berharap para pemimpin internasional akan lebih berdedikasi dalam mendorong perdamaian. Berkumpulnya banyak pemimpin dari negara-negara saingan yang cukup besar menunjukkan hal ini. Ia mengatakan bahwa ketika konfrontasi terbuka tidak memberikan hasil yang berarti, para pemimpin negara besar lebih memilih untuk menghindarinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya