Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khairunnisa Nur Agustyati menilai kemunculan berbagai gerakan publik untuk Pemilu 2024 menandakan besarnya harapan publik untuk Pemilu yang beretika dan taat asas.
"Saya rasa wajar jika banyak inisiatif publik untuk mengawal jalannya proses Pemilu. Inisiatif ini muncul karena publik tidak ingin proses Pemilu ini berjalan tidak sesuai dengan prinsip Pemilu demokratis," kata wanita yang akrab disapa Ninis itu, Jumat (19/1/2024).
Ninis mengungkapkan situasi dan kondisi saat ini juga memicu munculnya gerakan publik untuk Pemilu. Kekecewaan sekaligus harapan menjadi kesadaran bersama untuk bergerak mengawal Pemilu.
"Karena menjelang Pemilu ini sudah muncul narasi-narasi agar Pemilu tidak curang dan menjaga netralitas Pemilu. Beberapa pemberitaan di media juga muncul adanya dugaan kecurangan-kecurangan, ada juga kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan laporan kecurangan di Bawaslu. Situasi ini yang memunculkan inisiatif warga," tegas dia.
Baca juga : Sektor Telekomunikasi Siap Sukseskan Pemilu 2024
Di sisi lain, Ninis juga mengungkap bahwa gerakan masyarakat akan menjadi pencegah dari potensi kecurangan Pemilu.
"Munculnya inisiatif-inisiatif ini juga menunjukkan bahwa publik juga turut mengawasi, jadi bagi para pihak yang akan curang diingatkan oleh munculnya gerakan-gerakan publik seperti ini," pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu dengan para pemimpin media massa di Gedung Menara Global, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu ialah mengajak masyarakat untuk menjaga Pemilu 2024 agar berlangsung jujur, adil, dan bermartabat. GNB adalah gerakan etis dan moral yang diprakarsai para tokoh bangsa dan agama.
Baca juga : Prabowo Bebaskan Pendukungnya Pilih Partai Di Pileg 2024
Gerakan ini dikomandoi oleh Ibu Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Dalam pertemuan itu, Ibu Sinta hadir didampingi antara lain, Romo Franz Magnis Suseno, Karlina Rohima Supelli, Pendeta Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Prof Komaruddin Hidayat, Lukman Hakim Syaifuddin, dan Alissa Wahid.
Dalam pengantarnya, Ibu Sinta menyampaikan gerakan ini muncul karena keprihatinan dan kegelisahan terhadap situasi dan kondisi negara saat ini. Ia tidak ingin, proses pemilu yang sedang berlangsung saat ini justru bikin bangsa terpecah belah.
"Gerakan Nurani Bangsa untuk menyelamatkan bangsa ini yang sedang galau dan gelisah," kata Ibu Sinta.
Juru Bicara GNB, Lukman Hakim Syaifuddin menyampaikan, slogan Pemilu jujur dan adil tidak cukup.
Baca juga : Kunjungi Sukabumi, Timnas AMIN Minta Relawan Awasi Kecurangan Pemilu
"Namun, Pemilu juga harus berjalan damai dan bermartabat," ucapnya.
Sementara itu, Alissa Wahid menyampaikan gerakan ini ingin membangun kesadaran bersama agar Pemilu berlangsung jujur, adil, dan bermartabat.
Karena itu, GNB memulai agenda dengan mengunjungi para sesepuh bangsa seperti Presiden, Wakil Presiden, para mantan Presiden dan Wapres, dan tokoh-tokoh yang vokal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya