Dark/Light Mode

Pecah Kongsi Sama Ijeck

Golkar Sumut Nggak Bakal Usung Edy Lagi

Sabtu, 19 Agustus 2023 07:45 WIB
Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Sumut, Datok Ilhamsyah. (Foto: Ist)
Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Sumut, Datok Ilhamsyah. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak akan mengusung Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024 nanti.

Partai Beringin mempunyai bakal calon gubernur (cagub) lain, yakni Wakil Gubernur (Wagub) Sumut yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Sumut, Datok Ilhamsyah menegaskan, keputusan Partai Golkar Provinsi Sumut tidak mengusung Edy Rahyamadi di Pilkada 2024 sudah bulat. Sebab, mereka sudah sepakat mengusung Wagub Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck, pada gelaran Pilkada mendatang.

“Kami akan mengusung calon gubernur dari kader partai. Saat ini, salah satu kader terbaik Partai Golkar di Provinsi Sumut, Ketua DPD Golkar, Ijeck. Kami akan mengungsung Ijeck, tak ada lagi usungan lain,” ujar Ilhamsyah di Medan, Sumut, kemarin.

Baca juga : Anies Sudah Maklum, Golkar Tak Mungkin Mendukungnya

Lebih lanjut, dia mengatakan,pengusungan Ijeck sebagai bakal Cagub Sumut, sudah dicetuskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD I Partai Golkar Provinsi Sumut. Ia memastikan, seluruh fungsionaris, kader, hingga akar rumput Partai Golkar akan bekerja keras memuluskan pencalonan Ijeck, dan meme­nangkan Pilkada mendatang.

“Agar bisa mengusung Ijeck, kami menargetkan 24 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumut di Pileg 2024 nanti. Target itu naik sembilan kursi Dewan dibanding raihan Partai Golkar pada Pileg 2019,” jelas Ilhamsyah.

Diketahui, Partai Golkar merupakan salah satu partai pengusung pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Pilkada 2020 lalu. Selain Partai Golkar, mereka di­usung PAN, PKS, Partai Gerindra dan Partai NasDem.

Beberapa bulan terakhir, se­jumlah kalangan memprediksi Edy dan Ijeck akan berpisah di Pilkada 2024, karena hubun­gan keduanya tidak harmonis. Bahkan, mereka beberapa kerap saling sindir di ruang publik.

Baca juga : Bangun Jaringan 5G, Telkomsel Nggak Mau Asal Pasang

Teranyar, Edy menyebut, dirinya sudah lupa dengan Ijeck karena lama ditinggalkan. Hal itu dilontarkan Edy saat pidato dalam sidang paripurna pengumuman akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Rabu (16/8).

Soal kelakar Edy, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sumut, Riza Fahkrumi Tahir me­nilai, Edy sudah kelewat batas. “Kelakar Edy nggak wajar. Masa seorang gubernur dalam sidang paripurna dan wakilnya hadir, malah menyebut lupa dengan wakilnya,” sesal dia.

Riza meminta, mantan Pangkostrad itu lebih hati-hati dalam berkelakar. Sebab, Ijeck masih punya banyak anggota di Fraksi Golkar di DPRD Provinsi Sumut.

“Harusnya, gubernur memahami, wakilnya merupakan pemimpin partai politik. Setelah masa jabatan mereka selesai, Ijeck tetap Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumut, yang memiliki fraksi di DPRD Provinsi Sumut,” tegas dia.

Baca juga : GMPG Bukan Bagian Beringin

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 19/8/2023 dengan judul Pecah Kongsi Sama Ijeck, Golkar Sumut Nggak Bakal Usung Edy Lagi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.