Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan survei untuk mengukur tingkat elektabilitas para calon bupati di Pilkada Kabupaten Yalimo 2024. Hasilnya, elektabilitas Nahor Nekwek sebagai calon incumbent berada di posisi pertama dengan 51,2 persen.
Survei LKPI digelar 12-20 Juni dengan mewawancarai 920 responden yang merupakan warga kabupaten Yalimo di lima kecamatan yaitu Abenaho, Elelim, Benawa, Apalapsili dan Welarek. Survei mengunakan metode cluster random sampling dengan margin of error +/-3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan sejak 12-20 Juni 2024.
Direktur LKPI Togu Lubis menyebutkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati Yalimo Nahor Nekwek cukup tinggi. Dari hasil survei, sebanyak 76,2 persen masyarakat Yalimo puas dengan kinerja Nahor. Sedangkan sebanyak 10,2 persen tidak puas. Selebihnya, yakni 13,6 persen tidak menjawab.
“Hal yang membuat masyarakat puas adalah kebijakan pembangunan secara merata di lima distrik di Kabupaten Yalimo dengan akses jalan yang telah terbuka di lima distrik di Yalimo. Bupati juga dianggap responsif, tidak terlambat dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat Yalimo," ungkap Togu, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/7/2024).
Baca juga : Hais Survei IDM, Warga Jember Ingin Faida Kembali Jadi Bupati
Dari survei juga diketahui tingkat elektabilitas Nahor Nekwek berada di urutan pertama dengan 33,9 persen. Di tempat kedua ada Yosua Kepno 19,4 persen, disusul Simon Walilo 8,9 persen. Setelah itu Malhai Mabel 8,3 persen, Fery Boom Kombo 6,1 persen, Marthen Yohame 5.3 persen, Erdi Dabi 5,2 persen, dan Sergius Bomol 2,8 persen.
"Dalam simulasi tertutup elektabilitas Nashir Nekwek 51,2 persen, Yosua Kepno 18,4 persen, Simon Walilo 8,9 persen, Malhai Mabel 7,3 persen, Fery Boom Kombo 4,1 persen, Marthen Yohame 3,3 persen, dan Erdi Dabi 2,2 persen," jelas Togu.
Menurut Togu, tingginya elektabilitas Nahor Nekwek dikarenakan dampak dari kepemimpinannya selama ini. "Walaupun hanya 2,5 tahun dia memimpin Kabupaten Yalimo, misalnya saja di sektor pertanian yang banyak mengalami kemajuan," sambungnya.
Togu menjelaskan langkah konkret Nahor yang dianggap berhasil oleh masyarakat Yalimo seperti perkebunan nanas besar besaran dan industri kecil turunan dari nanas di Yalimo. Hasil survei menyebut hal tersebut memberikan dampak pemasukan ekonomi.
Baca juga : Komunitas Pencari Kerja Dukung Bang Uwoh Jadi Cawalkot Tangerang
“Kemudian di sektor pendidikan. Nahor Nekwek dinilai membawa perbaikan manajemen pendidikan di setiap sekolah sehingga murid sekolah SMP dan SMA di Yalimo mampu mengikuti ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer),” jelasnya.
Menurut dia ANBK kini gencar dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serempak di seluruh Indonesia meskipun banyak kendala yang dihadapi kabupaten Yalimo. Sehingga hampir 78,6 persen warga Yalimo memberikan nilai yang positif bagi kinerja Nahor Nekwek untuk bisa melanjutkan kepemimpinannya di Yalimo.
Di kesempatan sama, Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto menilai survei yang menampilkan keunggulan calon incumbent sering kali mencerminkan dinamika politik lokal yang kompleks.
"Keberhasilan incumbent bisa jadi dipengaruhi oleh rekam jejak dan pengalamannya dalam mengelola pemerintahan. Namun, hal ini juga bisa memunculkan tantangan bagi calon baru yang berusaha menarik perhatian pemilih," kata Rasminto.
Baca juga : Ketua KPTIK: Starlink Dukung Aktivitas Warga di Daerah 3T
Menurutnya, dalam konteks geografis, wilayah seperti Yalimo, Papua Pegunungan, faktor kedekatan kesukuan sering kali menjadi salah satu alasan utama dukungan terhadap calon tertentu.
“Meskipun ikatan kesukuan memiliki nilai penting dalam masyarakat, hal ini bisa menjadi penghalang bagi perubahan dan inovasi dalam kepemimpinan jika tidak diimbangi dengan penawaran program yang jelas dan konkret," jelasnya. Pakar Geografi Manusia Universitas Islam 45 (Unisma) ini berharap agar semua calon dapat memperkuat tawaran program riil dan terukur bagi masyarakat.
“Pemilih harus diberikan gambaran jelas tentang bagaimana setiap calon akan meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di Yalimo. Program-program yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan ekonomi lokal, seharusnya menjadi fokus utama," bebernya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya