Dark/Light Mode

Janji Bantuan KIP-K Cabup Polman Jadi Sorotan

Masyarakat Diminta Waspada Janji-janji Manis Di Pilkada

Rabu, 24 Juli 2024 21:14 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Janji bantuan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang dilayangkan salah seorang calon bupati Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat kepada warga bernama Asradi Asr tengah menjadi sorotan.

Hal itu menjadi sorotan lantaran janji yang dilayangkan calon bupati Polman tersebut tak kunjung direalisasikan.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati meminta masyarakat tidak tergiur dan dapat berhati-hati dengan janji calon kepala daerah dalam pesta demokrasi terkhusus Pilkada serentak 2024. Termasuk, soal pemberian kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K)

Baca juga : Gunung Ijen Kini Berstatus Waspada, Masyarakat Diminta Jauhi Bibir Kawah

"Penyalahgunaan kekuasaan dalam kontestasi, menurutnya memang sangat efektif untuk mendulang kemenangan dan perolehan suara. Apalagi dengan kondisi masyarakat kita juga membutuhkan bansos dan biaya untuk pendidikan,” tegas Neni, Rabu,(24/7/2024).

Sebab, janji yang digaungkan oleh saudara kandung Dirgha, Ratih Megasari Singkaru, semasa mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai NasDem, sampai saat ini belum terealisasi.

Keluarga korban dugaan janji palsu Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Asradi Asr mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat, agar tidak termakan bujuk rayu bakal calon Bupati Polman.

Baca juga : Harapannya, Makin Cepat Ditangkap Makin Baik

Sebab, janji yang digaungkan tersebut, sampai saat ini belum terealisasi. Mulanya, Asriadi menceritakan di Desa Dakka, Kecamatan Tapango tempatnya tinggal, dijanjikan akan memberi beasiswa KIP-K kepada calon mahasiswa yang memilihnya.

Namun hingga saat ia terpilih sebagai anggota DPR RI, hanya memberi beasiswa kepada satu orang.

"Kalau di desa saya ada beberapa, saya tidak bisa ngomong 300 yang jelas ratusan di desa saya, apalagi di kecamatan saya bisa sampai 500-an. Cuma untuk yang terealisasi di desa saya itu cuma satu, itu orang dekatnya dia, tim sukses waktu sebelum pileg," kata Asriadi, Rabu (24/7/2024).

Baca juga : PAN Jagokan Kapolda Jateng Jadi Gubernur Jawa Tengah Di Pilkada 2024

Asriadi sebagai salah satu keluarga korban yang termakan rayuan mengaku sempat ragu dengan janji kampanye tersebut.

Menurutnya, untuk memberikan beasiswa kepada seluruh calon mahasiswa di Kabupaten Polman akan sukar terwujud mengingat keterbatasan kuota di setiap daerahnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Polman, agar tidak termakan janji serupa yang dilontarkan oleh calon tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.