Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ada Jagoan Tumbang, Ada Kawin Paksa
Pilkada 2024 Banyak Drama
Jumat, 30 Agustus 2024 08:30 WIB
Sebelumnya
PKB juga mendadak menjagokan kadernya, Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim di Jawa Timur karena gagal bangun koalisi. Sedangkan, Khofifah Indar Parawansa berpasangan Emil Elestianto Dardak. Khofifah didukung KIM plus.
Di Jawa Tengah juga terjadi kawin paksa. Misalnya, Ahmad Lutfhi yang dipasangkan dengan Taj Yasin. Pasalnya, Kaesang Pangarep gagal maju karena terbentur umur.
Sedangkan di Bali, ada pasangan Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta. Awalnya, Wayan Koster dan Giri Prasta sama-sama minat menjadi Cagub. Namun, akhirnya Giri Prasta mengalah dan menjadi wakilnya. Mereka akan melawan Made Muliawan Arya alias De Gadjah-Putu Agus Suradnyana (PAS).
Baca juga : Mundur Dari Mensos, Risma Fokus Lawan Khofifah
Pencalonan masing-masing kandidat di Pilgub ini menyisakan kesedihan bagi jagoan daerah yang tidak mendapatkan tiket. Di Jakarta misalnya, Anies gagal maju sebagau Cagub. Sejak ditinggal Koalisi Perubahan, nasibnya tidak jelas. Terakhir, dia dikabarkan bakal maju di Jawa Barat, tapi Anies menolak tawaran tersebut.
“Mas Anies menyampaikan terima kasih atas tawaran partai politik yang meminta maju di Jawa Barat. Dan sudah diputuskan bahwa Mas Anies tidak maju di Jawa Barat,” tegas Juru Bicara Anies, Sahrin Hamid di Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Sahrin mengatakan, di Jakarta, Anies memang mendapatkan banyak aspirasi dari masyarakat. Hal itu tergambar dari keputusan partai di tingkat wilayah dan daerah. “Namun, di Jabar, tidak ada permintaan secara khusus dari masyarakat maupun aspirasi partai politik di tingkat wilayah dan daerah,” tutupnya.
Baca juga : Jokowi: Jangan Kalau Pas Senang Ramai-ramai
Selain itu, nasib kurang baik juga menimpa Ahmad Riza Patria sebagai calon wali kota Tangerang Selatan. Dia batal maju dan diminta fokus mengawal kemenangan Ridwan Kamil di Jakarta.
“Salah satu tugasnya adalah begitu, untuk fokus memenangkan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur dalam pemilihan gubernur Jakarta bersama Suswono,” kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Bagaimana tanggapan pengamat? Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai, peta pilkada di sejumlah daerah buyar setelah putusan MK yang menurunkan ambang batas pencalonan kepala daerah.
Baca juga : Aspirasi Ojol Jangan Dicuekin
“Putusan MK berpengaruh. Partai yang bisa mencalonkan sendiri kembali berpikir untuk majukan calonnya sendiri,” ujarnya, Kamis (29/8/2024).
Akibatnya, koalisi yang sudah tercipta berantakan. Karena itu tak heran jika banyak calon yang kawin paksa dan gagal nyalon. Namun, dia menyayangkan, di beberapa daerah masih terjadi jegal menjegal calon. Akibatnya banyak calon bagus yang tidak bisa maju.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 30 Agustus 2024 dengan judul Ada Jagoan Tumbang, Ada Kawin Paksa, Pilkada 2024 Banyak Drama
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya