Dark/Light Mode

Survei Pilgub Kaltim 2024, Rudy Masud-Seno Aji Unggul Signifikan

Jumat, 6 September 2024 12:03 WIB
Cagub Cawagub Kaltim Rudy Masud dan Seno Aji. Foto: Istimewa
Cagub Cawagub Kaltim Rudy Masud dan Seno Aji. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mengeluarkan hasil survei memberikan gambaran mengenai preferensi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

Survei tersebut menunjukkan pasangan calon (paslon) Rudy Mas'ud dan Seno Aji unggul signifikan dengan tingkat keterpilihan mencapai 57,8 persen.

"Di sisi lain, paslon petahana, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, hanya mendapatkan 35,3 persen, sedangkan 6,9 persen responden masih belum menentukan pilihan," kata Direktur Eksekutive LKPI Togu Lubis dalam keterangannya, Jumat (6/9/2024).

Togu menyatakan, angka-angka ini mencerminkan dinamika elektabilitas yang menguntungkan paslon Rudy-Seno, dengan selisih elektabilitas yang cukup besar dari pasangan Isran-Hadi.

Baca juga : Survei Pilgub Sumut, Nikson Nababan Ungguli Edy Rahmayadi

Survei ini, kata Togu, juga membagi hasil berdasarkan kelompok usia, memberikan wawasan lebih mendalam tentang preferensi setiap generasi.

Dijelaskan, pada kelompok pemilih Generasi Z (usia 17-26 tahun) yang berjumlah 24,1 persen dari keseluruhan responden, pasangan Rudy-Seno berhasil meraih 56,1 persen, sementara pasangan Isran-Hadi hanya mendapatkan 36,6 persen dengan 7,3 persen responden tidak memilih.

"Generasi Z, yang merupakan pemilih muda, dianggap sebagai salah satu segmen kunci dalam pemilu karena keterbukaan mereka terhadap perubahan dan ide-ide baru," kata Togu.

Lebih lanjut, pada kelompok pemilih Generasi Milenial (usia 27-42 tahun) yang lebih besar, yaitu 36,8 persen dari total responden, pasangan Rudy-Seno masih unggul dengan 57,1 persen suara. Sedangkan pasangan Isran-Hadi meraih 37,6 persen. Hanya 5,3 persen responden dari kelompok ini yang tidak memilih.

Baca juga : Survei PSI: Elektabilitas Lalu Aria Dharma Unggul Di Pilwalkot Mataram

Togu menilai, tingginya dukungan dari Generasi Milenial ini dapat diartikan bahwa pasangan Rudy-Seno berhasil menarik perhatian generasi yang kritis terhadap perkembangan teknologi, inovasi, dan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.

Dikatakan, generasi X (usia 43-58 tahun) yang berjumlah 27,7 persen dari responden juga menunjukkan kecenderungan serupa. Pasangan Rudy-Seno meraih 55,3 persen suara di kalangan generasi ini, sementara Isran-Hadi hanya memperoleh 35,9 persen, dengan 8,8 persen responden yang tidak memilih.

"Dukungan dari generasi X ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada stabilitas dan kesinambungan, mengingat kelompok usia ini cenderung lebih mengutamakan kepastian ekonomi dan kesejahteraan jangka panjang," ujar Togu.

Selain itu, kelompok baby boomer dan pre boomer (usia 59 tahun ke atas) yang berjumlah 11,4 persen dari total responden juga lebih banyak mendukung pasangan Rudy-Seno dengan perolehan suara 50,9 persen, sementara pasangan Isran-Hadi memperoleh 43,3 persen, dan 5,8 persen responden tidak memilih.

Baca juga : Survei Indikator Politik Indonesia: Mad Ali Unggul Di Bursa Cagub Sulteng

"Dukungan dari generasi yang lebih tua ini penting, karena mereka biasanya lebih fokus pada stabilitas politik dan kebijakan yang memprioritaskan kesejahteraan sosial," ujarnya.

Di sisi lain, survei LKPI juga mengungkapkan bahwa 22,3 persen responden menyatakan masih mungkin mengubah pilihan sebelum hari pemilihan, sementara 66,3 persen mengaku mantap dengan pilihan mereka dan 11,4 persen lainnya tidak tahu.

Data ini menunjukkan bahwa meski ada tren elektabilitas yang jelas, sebagian pemilih masih mempertimbangkan untuk mengubah pilihan, yang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kedua pasangan calon.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.