Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ketua DPP PKB Daniel Johan mengapresiasi sikap Jokowi yang meminta NasDem membatalkan pencalonan adik iparnya itu. Menurutnya, sikap Jokowi cukup bijaksana mengingat belakangan muncul isu mengenai dinasti politik. “Saya rasa ini contoh yang baik agar tidak muncul respons negatif dari masyarakat, meskipun setiap warga negara berhak dipilih dan memilih,” Kata Daniel, kemarin.
Daniel juga memuji sikap Wahyu yang memilih legowo. Daniel menilai Wayu berjiwa besar. “Kita juga hargai kebesaran hati Pak Wahyu yang menerima masukan yang baik ini,” tuturnya.
Baca juga : Hasto Pasang Badan Untuk 5 Menteri PDIP
Senada dengan Daniel, Jubir Partai Gerindra Habiburrakhman mengapresiasi sikap Jokowi yang membatasi keluarga dekatnya ikut Pilkada agar tidak timbul kesan nepotisme dalam arti negatif. “Kalau kita bicara demokrasi sebenarnya nggak ada masalah siapapun maju Pilkada. Nanti kita biarkan rakyat yang menilai. Kalau rakyat suka maka calon tersebut akan dipilih. Sebaliknya kalau rakyat tidak suka maka tidak akan dipilih,” katanya.
Pandangan berbeda ditunjukkan PKS. Menurut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, seharusnya Jokowi konsisten menghilangkan dinasti politik yang terlanjur terbangun. “Kalau niatnya (Jokowi meminta Wahyu tidak mencalonkan) saya tidak tahu. Tapi sikapnya (Jokowi) tidak konsisten. Mestinya, kalau di sini tak mendukung, ya, anak dan menantunya juga tidak didukung,” imbuh Mardani, di Gedung DPR, kemarin.
Baca juga : BNI Lanjutkan Swab Test Gratis ke Denpasar dan Bandung
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin beranggapan upaya Jokowi melarang Wahyu ada maksud tertentu. “Kalau semakin banyak keuarganya yang direstui, maka semakin banyak pula nyinyiran terhadap Jokowi,” ucapnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya