Dewan Pers

Dark/Light Mode

Surabaya Butuh Pemimpin Berkualitas

Risma Puja-puji Setinggi Langit Jagoan PDIP

Selasa, 10 Nopember 2020 06:25 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (Dok. Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (Dok. Pemkot Surabaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mulai memuja-muji setinggi langit Eri Cahyadi, calon Wali Kota usungan PDI Perjuangan.

Risma sapaan akrab Tri Rismaharini menyebut, Eri adalah calon kepala daerah yang berkualitas, bertanggung jawab dan membela kepentingan orang banyak.

ERI Cahyadi merupakan anak buah Risma di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dia mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

Berita Terkait : Survei Populi Center, Elektabilitas Eri-Armuji Capai 41 Persen

Menurut Risma, Eri kerap membantunya membangun Kota Surabaya. “Dia orangnya inovatif, bertanggung jawab, dan berani membela kepentingan orang banyak. Dia selama ini ikut merancang dan menjalankan program pemerintah kota. Saya tahu betul kualitasnya,” ujar Risma, kemarin.

Wali Kota Surabaya dua periode ini mengaku, sudah berbuat banyak selama memerintah di Kota Pahlawan itu. Tak hanya dari sisi infrastruktur kota yang kini kian baik dan modern, tapi juga berbagai program sosial dan pendidikan serta kesehatan yang bermutu.

Menurut dia, jerih payahnya selama memimpin Kota Surabaya itu harus diestafetkan kepada calon berkualitas, sudah memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan kebijakan. Sehingga, program-programnya bisa diteruskan dan diperbaiki bila ada kekurangan.

Berita Terkait : Sumbawa Butuh Pemimpin Cerdas Yang Bisa Kurangi Pengangguran

“Ke depan, semua harus diteruskan, diperbaiki apa yang masih kurang. Misalnya, masih ada beberapa spot yang banjir,” jelas Risma. Dia pun mengajak semua warga hidup rukun.

Menurut Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini, Kota Surabaya adalah rumah besar yang ramah bagi semua umat beragama. Seperti di Kawasan Babatan, Wiyung, yang sejak lama harmonis.

Di sana ada berbagai rumah ibadah, mulai masjid, gereja, hingga pura. Namun, Risma meminta maaf karena masih adanya kekurangan dalam memimpin Kota Surabaya selama 10 tahun terakhir.

Berita Terkait : Hasto: Nggak Ada Tarik Tambang Politik di Internal PDIP

Apalagi, jelasnya, beberapa bulan lagi masa jabatannya akan selesai. Meski demikian, lanjutnya, dia masih terus bekerja menyelesaikan beberapa hal yang kurang.

Seperti sekarang, aku alumni Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini, Pemkot bekerja mengantisipasi datangnya musim hujan.

“Saya mohon dimaafkan. Karena pasti ada kekurangan dalam memimpin Kota Surabaya selama 10 tahun terakhir,” tandasnya.
 Selanjutnya