Dark/Light Mode

Warning Pj Bupati Nabire Jelang PSU

ASN, Polri Dan Polri Kudu Netral Saat Coblos Ulang

Kamis, 22 Juli 2021 06:20 WIB
Ilustrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Nabire. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Nabire. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penjabat (Pj) Bupati Nabire, dr Anton Tonny Mote meminta semua pihak menyukseskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Nabire yang akan digelar pada Rabu, 28 Juli 2021. Dia mewarning agar Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri untuk netral saat PSU.

“Saya minta semua pihak, mulai KPU, Bawaslu, Polri, TNI, para tokoh agama, tokoh adat, kepala suku, tokoh pemuda, ASN, seluruh masyarakat untuk menyukseskan PSU Pilkada Nabire,” pintanya, kemarin.

Hal pertama dan utama yang akan dilakukan adalah meminta semua pihak tanpa kecuali agar menjaga stabilitas dan kondusifitas Nabire, baik wilayah PSU atau bukan. Baik di ranah dunia nyata maupun dunia maya.

Baca Juga : Ismail atau Ishaq? (1)

“Saya juga tekankan, harus menjunjung tinggi netralitas ASN, TNI dan Polri,” harap Anton.

Berkaitan stabilitas keamanan, dia mengaku terus berkoordinasi dengan semua pihak, baik penyelanggara, aparat dan para tokoh agama dan kepala suku. “Kita harap bersama bahwa PSU aman terkendali. Jika ada keributan atau gangguan, langsung akan ditangani aparat,” tegasnya.

Dijelaskan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga solid dan kompak. Forum ini tidak akan mentolerir segala upaya yang mengancam stabilitas dan kondusifitas, baik pramaupun pasca PSU Pilkada Nabire.

Baca Juga : Jadi Janda Muda

“Siapapun yang menang PSU, adalah putra terbaik Nabire. Mari kita hormati bersama, sebagai wujud pilihan masyarakat. Kita hormati proses demokrasi dan junjung tinggi keragaman, demi kemajuan Nabire di masa depan,” jelas Anton.

Selain itu, dia mengajak semua warga yang telah terdaftar sebagai pemilih datang ke TPS masing-masing dan menyalurkan hak pilihnya dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Saat datang ke TPS, pemilihan harus matuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Petugas TPS akan mengatur prokes di TPS.

“Saya ingatkan, Covid-19 belum berakhir. Sekali lagi, semua pihak wajib patuhi prokes saat menyalurkan hak pilihnya,” pinta Anton.
 Selanjutnya