Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Senator PFM Minta Prabowo Ambil Keputusan Cepat Terkait Nasib Pencaker CPNS 2024
Rabu, 11 Desember 2024 15:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPD dari Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor (PFM), meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan cepat terkait nasib ribuan pencari kerja (pencaker) yang dinyatakan tidak lolos seleksi penerimaan CPNS 2024. Saat ini, ada 71.386 pelamar CPNS yang gagal lolos seleksi, termasuk di dalamnya anak-anak Papua.
"Presiden Prabowo harus secepatnya mengambil keputusan. Ini momentum tepat Presiden Prabowo sebagai negarawan, dengan keberpihakannya pada rakyat, yaitu para anak muda pencari kerja," kata PFM, Rabu (11/12/2024).
Baca juga : Erick Thohir: Perhatian Prabowo Kepada Sepakbola Nasional Sangat BesarĀ
Dia memandang, sangat mudah bagi Presiden untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Menurutnya, 71.386 peserta yang gagal lolos CPNS itu juga masyarakat yang harus diurus oleh Pemerintah.
Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya ini prihatin dengan nasib para peserta yang gagal lolos seleksi CPNS ini. Sampai saat ini, nasib mereka terkatung-katung.
Baca juga : Jelang Nataru, Pertamina Pastikan Kebutuhan Energi Nasional Aman
"Mereka sudah mengadukan ke Komisi II DPR, DPD, MPR, BKN dan Kementerian PAN/RB, tetapi tidak juga mendapatkan jawaban dan hasil signifikan. Padahal mereka ini anak-anak bangsa dan generasi muda yang harus mendapatkan jaminan pekerjaan dan penghidupan yang layak di masa depan," ucap Paul.
Koordinator Aliansi Pejuang Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2024 Iman Yusuf berharap, Pemerintah mendengar aspirasi mereka. Salah satu dengan menerapkan kebijakan optimalisasi formasi kosong.
Baca juga : Pengamat: Prabowo Tak Kesampingkan Kedaulatan Indonesia Di Laut China Selatan
Iman mengaku memiliki data bahwa masih banyak formasi kosong. "Harapannya Kemenpan-RB dapat menerapkan kembali kebijakan pengisian formasi kosong melalui sistem optimalisasi perangkingan dengan nilai kumulatif terendah seperti yang pernah dilakukan pada CPNS tahun 2018," kata Iman Yusuf.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya