Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Catatan drg. Dhyani Widhianingsih
Tips Memelihara Kebersihan Gigi dan Mulut Berdasarkan Usia Anak
Rabu, 14 Agustus 2024 12:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Beberapa prosedur dalam menjaga kebersihan mulut di rumah sangatlah penting untuk diketahui para orang tua. Dimulai pada tahun pertama kehidupan anak, terutama saat gigi susu (sulung) pertama kali erupsi (tumbuh) dengan melakukan pembersihan plak. Plak adalah deposit lunak berupa lapisan tipis yang melekat erat pada permukaan gigi.
Bayi (lahir sampai usia 1 tahun)
Teknik pembersihan plak dapat dilakukan dengan membungkus jari dengan kain kasa atau lap kain yang dibasahi air hangat untuk menyeka dan memijat gigi dan gusi dengan lembut. Posisi bayi dapat digendong dengan satu tangan dalam pelukan sementara tangan lain sambil memijat gigi merupakan cara yang paling sederhana dan memberikan rasa aman pada bayi.
Pemakaian sikat gigi yang lembut dan sesuai ukuran bayi dapat digunakan bila orang tua merasa nyaman saat menggunakan sikat gigi, namun penggunaan pasta gigi tidak disarankan pada usia ini.
Kunjungan pertama kali ke dokter gigi dapat dilakukan pada periode ini. Hal ini bertujuan agar bila ada masalah pada gigi dapat cepat tertangani, disamping itu bayi atau anak dapat mengenali lingkungan dalam klinik gigi, dokter gigi beserta perawat gigi sehingga dapat mengurangi rasa cemas di masa mendatang.
Batita (1 sampai 3 tahun)
Pada usia ini pemakaian sikat gigi sudah mulai diperkenalkan. Pemakaian pasta gigi berfluorida dapat diberikan pada anak usia 2- 3 tahun dengan pengawasan orang tua. Pemberian pasta gigi berfluorida dapat diberikan sebesar sebutir beras. Biasanya anak senang melakukan sendiri, namun orang tua tetap harus membantu menyikat gigi.
Posisi anak dan orang tua pada saat penyikatan penting. Penyikatan dapat dilakukan oleh dua orang dewasa dengan posisi lutut saling bersentuhan, anak terlentang pada pangkuan. Salah satu orang dewasa memegang kaki dan lengan untuk mengontrol gerakan tubuh anak, sementara orang dewasa ke dua melakukan penyikatan gigi.
Posisi satu orang dewasa juga dapat dilakukan dengan cara orang tua duduk di lantai dengan kaki terentang ke depan, anak diposisikan diantara dua kaki. Kepala anak diletakkan di antara paha orang tua. Lengan dan kaki anak dikontrol oleh kaki orang tua.
Paud (3 sampai 6 tahun)
Pada rentang usia ini anak sudah menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menggunakan sikat gigi, namun orang tua tetap harus mengawasi dan membantu melakukan penyikatan gigi. Pasta gigi berfluoride dapat digunakan seukuran kacang polong. Penggunaan benang gigi diperlukan untuk membersihkan sela-sela gigi geraham belakang.
Baca juga : Demi Ketertiban Umum, Jangan Biarkan Pisau Hukum Tumpul
Posisi orang tua berdiri dibelakang anak menghadap arah yang sama, anak menyandarkan kepalanya pada lengan orang tuanya dan tangan pada lengan ini dapat digunakan untuk menarik pipi anak sementara tangan lain menyikat gigi. Posisi ini juga dapat digunakan saat menggunakan benang gigi.
Fluorida gel dan obat kumur fluoride dapat digunakan di rumah dalam dosis kecil untuk menghindari risiko tertelan dan terbatas hanya diberikan pada anak dengan risiko karies yang tinggi.
Anak usia sekolah (6 sampai 12 tahun)
Anak pada usia ini sudah mulai bertanggung jawab terhadap kebersihan mulutnya. Orang tua tetap harus mengawasi secara aktif. Orang tua dapat membantu anak memeriksakan kebersihan giginya.
Bahan pengungkap dapat digunakan di sini. Anak menyikat gigi dan membersihkan sela gigi dengan benang gigi. Setelah bahan pengungkap diaplikasikan, orang tua dapat dengan mudah memvisualisasikan adanya plak yang tersisa dan tersembunyi, dan membantu membersihkan plak.
Baca juga : Yaqut Siapkan Sanksi Berat bagi Travel Nekat Berangkatkan Jemaah Visa Non Haji
Pemakaian Fluorida gel, obat kumur, pasta gigi dapat dilakukan karena pada usia ini anak sudah dapat mengeluarkan dahak ataupun berkumur, sehingga tidak terjadi kekhawatiran risiko tertelan. Pada anak yang berisiko terkena penyakit periodontal dan karies dapat diberikan Klorheksidin.
Referensi
Hughes CV and Dean JA. Mechanical and Chemotherapeutic Home Oral Hygiene. In Dean JA, Jones JE, Sanders BJ, Vinson LAW, Yepes JF, editors. Mc Donald and Avery’s DentistryChild Adolesscent. 11th ed.St. Louis, Missouri: Elsevier; 2022.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya