Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Setiap periode kekuasaan selalu saja ada, di luar kuasa besar sang Presiden, seorang yang ditengarai memiliki kekuasaan dengan kapasitas besar, bahkan melampaui jabatan formalnya. Di masa kepemimpinan Presiden Jokowi, kita mendapati aroma seperti ini. Dan aroma yang menyengat hidung publik itu ialah betapa besarnya kepercayaan Presiden Jokowi kepada Menteri Luhut Binsar Pandjaitan. Hal itu terjadi karena beberapa faktor.
Baca juga : Jadi Pejabat Harus Siap Dihujat
Pertama, yang bersangkutan memiliki kontribusi dan jasa politik yang teramat besar terhadap keterpilihan sang Presiden. Sebagai balas budi politik ia diberi alokasi saham kekuasaan yang cukup besar. Ia memiliki kuasa khusus dalam bidang tertentu sehingga praktis ia berkuasa penuh atas urusan tersebut.
Baca juga : Negeri Ramah Musibah
Hal di atas biasanya sudah diatur jauh sebelum putaran kampanye pemilihan Presiden. Bahkan ia berjasa besar dalam menyusun formasi pemenangan sang Presiden. Tak cukup itu, ia telah menyumbangkan anggaran sangat besar demi keterpilihan sang Presiden.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.