Dark/Light Mode

Kenormalan Baru Dunia Pariwisata

Rabu, 13 Oktober 2021 07:12 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehidupan dunia pariwisata yang didambakan di masa kenormalan baru ternyata perlu nyali besar. Pemerintah masih sering gagap dalam penanganan pandemi dan dengan mudah tergoda kembali menerapkan pembatasan sosial dengan segala konsekuensinya. Ini sungguh mengoyak harapan kenyataan telah lebih baik.

Berita Terkait : Memori Buruk

Kesehatan pribadi warga lebih dianggap prioritas, di atas kesehatan perekonomiannya. Keterpurukan kesehatan dianggap yang jauh lebih bahaya karena terdekat kematian. Situasi keterpurukan ekonomi masih jauh dari kematian.

Berita Terkait : Capresnya Netizen

Jika terjadi kenaikan kasus, diberlakukan lagi pembatasan, apa pun namanya, semua akan diimbau #dirumahaja. Kalau pun keluar juga, tidak jelas mau ke mana dan ngapain. Mall apalagi lokasi-lokasi liburan dan pariwisata ditutup akan lagi. Kuliner juga kembali hanya bisa mengakses online.

Berita Terkait : Legacy Dan Pencitraan Untuk 2024

Jadi, keadaan tidak menyenangkan dengan bayang-bayang gelombang ketiga pandemi. Hiburan kembali hanya akan bergantung pada platform digital. Tontonan menghibur hanya diakses melalui digital. Semua urusan diselesaikan melalui fitur smartphone.
 Selanjutnya